![]() |
| Foto: Irfan M.Pd Wartawan wartawan Voicemuslim.com yang diduga dianiaya oknum Polantas Polres Bima. |
Kabupaten Bima, TalkingNEWS– Semakin hari semakin banyak wartawan menjadi korban kearogasian seorang oknum polisi di lapangan, hingga tindakan penganiayaan pun kerap kali dialami wartawan, bahkan ada yang sampai bonyok dipukuli.
Seperti yang dilansir dari media Voicemuslim.com, Irfan M.Pd yang merupakan wartawan Voicemuslim.com mengaku mendapatkan aksi kekerasan dari oknum Polantas Polres Bima bernama Agus. Akibatnya, korban pun mengalami luka lebam di wajah karena pukulan yang dilayangkan oknum Polantas yang dimaksud.
Diketahui, aksi kekerasan yang dialami korban tersebut terjadi, Sabtu, (8/5/21) sekira pukul 12:30 wita. Kala itu, Irfan hendak bertujuan ke Sape untuk melaksanakan peliputan, yang kebetulan saat itu, ada kegiatan razia kendaraan oleh anggota Polres Bima di depan Kantor Mapolres setempat.
Awal pemicu adanya aksi pemukulan itu, hanya soal sepele. Lantaran si korban menanyakan tentang adanga razia yang dimaksud. Ketika Irfan bertanya terkait dengan kelengkapan atribut razia seperti plan tanda informasi dan juga surat izin untuk turun melakukan razia. Pihak kepolisian seperti oknum bernama Agus selaku Kanit Polantas justru enggan menjawab ketika Irfan memintai keterangan perihal razia tersebut.
![]() |
| Foto: Saat Razia berlangsung. |
Irfan pun terus menanyakan, yang akhirnya Agus menjawab ‘apa hak anda ingin menanyakan kelengkapan atribut razia, dengan nada yang keras’, padahal Irfan selaku wartawan yang di jamin oleh UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers, jelas disebutkan tugasnya menyampaikan informasi yang berkaitan dengan publik. Dari adu mulut itu terjadilah pemukulan oleh Agus terhadap Irfan sehingga Irfan mengalami luka memar di wajah dan bajunya sampai robek karena di tarik oleh Polisi.
Dari keterangan saksi mata, Taufik (30) tahun, ‘bahwa ia membenarkan adanya pemukulan oleh Kasatlantas yang bernama Agus terhadap saudara irfan.
“Pemukulan itu terjadi berkali-kali terhadap Irfan sambil ditarik oleh beberapa oknum Polisi untuk di bawah ke kantor Polisi Panda Kabupaten Bima,” terang Taufik.
Irfan membeberkan semua apa yang disebabkan terjadi penganiyaan terhadap dirinya oleh oknum Polantas Polres Panda Kabupaten Bima.
“Awalnya saya dari Dompu menuju Sape pakai mobil, di pertigaan depan Polres Panda ada razia, saya menyerahkan STNK Mobil dan tandantangan surat tilang, lalu kemudian saya tanya ke Pak polisinya, mana plan informasi razia serta surat-suratnya, eh pak polisinya enggan jawab, justru malah bentak saya ‘apa hak anda ingin menanyakan kelengkapan atribut razia’, dengan nada yang keras.
“Akhirnya terjadilah percecokan hingga akhirnya saya dipukul berkali-kali.
“Saya dipukul dibagian pinggang, dagu berkali-kali dan saya ditarik ke dalam kantor Polisi.
“Saya tanya sama Polisi, saya ini wartawan pak, dan mana atribut serta kelengkapan atas razia ini, Polisi malah nggak percaya saya sebagai wartawan kendati saya tunjuk kartu pers saya, malah dibuang.
“Polisi malah dengan santainya mengatakan dengan nada yang menghina ‘Wartawan apa ini yang nggak tau aturan.
“Saya masih sakit, terutama di bagian dagu saya, saya nggak bisa makan, sakit sekali. Dibagian pelipis kanan juga bengkak”, ujar Irfan yang juga diketahui menjabat sebagai Ketua Bidang Riset Teknologi MSDM Pemuda Muhammadiyah Dompu.
Ia mengaku paling sakit di bagian dagunya selepas pemukulan oleh oknum polisi yang bernama agus hingga berita ini dirilis, korban mengeluhkan tak bisa makan lantaran dagu dan bagian pelipis matanya yang memar.
Selain itu, Irfan mengatakan jika dirinya sudah melakukan visum dan tinggal menunggu hasilnya saja dan juga dia sudah menyampaikan kejadian itu kepada organisasinya yakni pemuda Muhammadiyah Dompu.
Sumber: Voicemuslim.com
Editor: Agus



