Proyek Rehab Irigasi Rp. 5,8 M dari Pemprov NTB Diduga tidak Sesuai Bestek -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

Proyek Rehab Irigasi Rp. 5,8 M dari Pemprov NTB Diduga tidak Sesuai Bestek

TalkingNewsNTB.com
13 Februari 2022

  

Foto: Kondisi irigasi di tengah perkampungan warga perbatasan Desa Rato dan Kananga yang sama sekali tidak dikerjakan.


Bima, TalkingNEWS -- Proyek rehabilitasi irigasi yang berlokasi di tujuh titik wilayah Kecamatan Bolo Kabupaten Bima menuai sorotan warga. Pasalnya, Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pekerjaan Umum Pemprov NTB itu diduga dikerjakan asal asalan dan tidak sesuai bestek. 


Padahal, anggaran yang dikucurkan tahun 2021 itu benilai fantastik yakni senilai Rp. 5.817.094.448 yang dikerjakan oleh CV Anzali Putra di Desa Tambe, Rasabou, Rato, Kananga, Kara, Tumpu dan Desa Rada. 


Berdasarkan pantauan beberapa sejumlah awak media di tiga titik sebagai sampel awal, banyak pekerjaan yang akan berpetensi menjadi temuan. Salah satunya yakni ada satu titik yang diduga sengaja tidak dikerjakan, lantai cepat retak, sendimen menumpuk diduga tidak digali. 


Hal itu juga yang membuat sejumlah warga Desa Rato dan Kananga memberikan protes terhadap pelaksana proyek CV Anzali Putra. Sayangnya, pihak pelaksana tidak pernah dijumpai di lokasi pekerjaan, karena proyek tersebut dikerjakan oleh pekerja lokal yang statusnya nge-Sub di pemenang tender yakni CV Anzali Putra.


"Pekerjaaan ini, khusus di Desa Rato dan Kananga selesai dikerjakan pada Desember 2021. Namun sejak awal pekerjaaan sampai saat ini, kami tidak pernah ketemu dengan pihak CV. Anzali Putra untuk menyampaikan keluhan kami. Kita hanya bertemu dengan mandor yang nge-Sub di proyek tersebut," kata Rizal salah satu pemuda Desa Rato, saat wawancarai, Jum'at (11/2/22). 


Rizal memaparkan, bahwa banyak pekerjaan di lapangan yang diduga tidak sesuai Bestek atau gambar. Beberapa diantaranya yakni, sendimen irigasi tidak digali, irigasi hanya dikerjakan di sisi kanan, sementara yang kiri dibiarkan begitu saja. Dan yang lebih parah lagi, ada titik yang tidak dikerjakan sama sekali, padahal itu di perkampungan warga yang harus diperioritaskan.


"Panjang yang tidak dikerjakan itu sekira 150 meter, itu letaknya di tengah perkampungan warga. Anehnya, pelaksana malah mengerjakan irigasi di pinggir jalan negara, tepatnya di depan MIN Sila. Padahal yang perlu diperioritaskan di tengah perkampungan warga ini," bebernya.


Tak hanya itu, lanjut dia, jika dicek benar benar pekerjaan itu, banyak yang tidak sesuai harapan. Pasalnya, baru beberapa bulan dikerjakan, sudah terlihat retak dan terkikis oleh air. "Artinya ini akibat pengaruh campuran semen yang diduga tidak berkualitas," ungkapnya. 


Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada pihak Dinas PU Provinsi NTB dan aparat penegak hukum agar segera turun ke lapangan untuk melakukan audit investigasi pelaksanaan proyek yang dimaksud, karena diduga kuat ada aroma pelanggaran. "Kami minta pihak terkait, terutama aparat penegak hukum agar segera mengatensi pekerjaan proyek irigasi ini,"pintanya. 


Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen Dinas PU Provinsi Sigit Purnomo membenarkan bahwa pekerjaan tersebut secara fisik sudah selesai. Namun, ia mengaku khusus yang dikomplain warga di Desa Rato dan Kananga, diakuinya memang belum berfungsi dengan baik. "Kalau yang di Rato dan Kananga memang belum berfungsi dengan baik, karena di kolom jembatan Desa kananga itu belum dibersihkan," alihnya. 


Sigit juga membenarkan, bahwa pihaknya sudah menerima surat keluhan dari warga Desa Rato dan Kananga atas proyek irigasi yang tidak sesuai harapan itu dan telah diteruskan ke pihak CV Anzali Putra. "Kemarin memang ada surat dari keluhan warga dan sudah kami teruskan ke pihak CV sebagai pelaksana, untuk segera memperbaiki sesuai dengan keluhan warga yang dimaksud," ucapnya.


Di tanya kapan pihak rekanan akan menyelesaikan keluhan warga setelah dilayangkan rusat?, Sigit menjawab bahwa berdasarkan keterangan pihak pelaksana akan menunggu hujan reda. "Katanya tunggu reda hujan dulu," tandasnya. (Khan)


Editor: Agus