![]() |
| Foto: Saat agenda Bukber berlangsung. |
Kabupaten Dompu, TalkingNEWS - Anggota DPRD dari Partai PKS dapil 1 Dompu melaksanakan Buka puasa bersama di rumah kediaman Pas Dompu kelurahan kandai dua kecamatan Woja Kabupaten Dompu-NTB
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPR RI H. Johan Rosiha, S.T. Dapil Nusa Tenggara Barat I, Ketua PKS Kabupaten Dompu M.Taher, Mantan Anggota DPRD Abdullah, Alim ulama, tokoh masyarakat dan warga setempat
Dalam sambutannya Iskandar, S.Pd (PKS), atau di kenal Pas Dompu ucapan terimakasih yang sebesar besar nya atas kehadiran dan kita bisa melaksanakan buka bersama
Ia mengajak memanfaatkan waktu sedemikian untuk beribadah karena Allah SWT menciptakan ada siang dan ada malam, yang menciptakan tidak ada menjadi ada, yang tidak mungkin menjadi mungkin karena kebesarannya patut kita syukuri bersama atas apa yang terjadi sebagai rasa syukur kita pada Allah SWT yakni melaksanakan apa yang di perintahkan dan insya Allah kita menjauhi apa yang dilarang oleh Allah SWT Amin
"Mudah mudahan dalam melaksanakan buka bersama mohon doa terbaik untuk perjuangan dan perjalan dalam menjalangkan amanat rakyat sebagai DPRD kabupaten Dompu," pintanya.
Ditambahkan, mungkin dalam perjalanan dalam menjalankan amanat rakyat belum tersentuh program maka dari itu mohon masukan dan koreksi dari masyarakat tutupnya
Di tempat yang sama Anggota DPR RI Dari Partai PKS H. Johan Rosiha, S.T. Dapil Nusa Tenggara Barat I Berbicara kebijakan pemerintah dari tahun ke tahun Utang luar negeri semakin menumpuk karena mentalitas "Kita tau bahwa negara Indonesia ini mengambil prinsip pembagian kekuasaan ada secara vertikal dan ada secara horizontal "
Dijelaskannya, pemerintah pusat dalam menangani anggaran untuk pertanian di potong sepihak tampa persetujuan DPR sampai 7 triliun dengan alasan karena Covid
Sementara petani di NTB ini sangat membutuhkan pupuk, bibit mahal dan alat sarana produksi pertanian (Saprodi) juga kurang.
Kalau partai PKS paska pemilu 2019 lalu mengambil posisi di luar pemerintah, tetapi PKS bersama partai lain bekerja sama dan kenapa PKS mengambil posisi diluar pemerintah karena untuk menjaga demokrasi ini berjalan dengan baik,
"PKS kunci demokrasi kata dia, ada yang melaksanakan dan ada mengawasi sehingga PKS sebagi kekuatan penyeimbang pemerintahan," ungkapnya
Dijelaskannya dari 9 fraksi bukan cerita semut mampet di air minimal kita tau dimana kita berpijak dimana PKS membagun koalisi kerakyatan koalisi untuk menghitung semua potensi yang ada untuk dilakukan perbaikan
Dia singgung utang negara sudah menumpuk apalagi impor sudah keterlaluan apa buktinya 3 juta ton garam kita impor, sementara garam yang ada di Bima, dompu sumbawa tidak ada yang beli inikan kebijakan yang aneh ujarnya
Jika kebijakan pemerintah bisa impor sementara produksi dalam negeri tidak dipergunakan alasnya apa, kurang asin, kadar garam di bima NHcl kurang dari 90.9% yang di tuntut kadar 200.9% akhir negara impor garam dari negara Australia demikian juga ketika kita sedang panen raya beras juga tetap impor jadi kita utang ini bukan karena butuh tetapi karena mentalitas.
"Jadi apa upaya pemerintah untuk meningkatkan keasinan garam di Bima, pemerintah harus memberikan subsidi pada petani, disamping itu diperbaiki alat produksinya agar petani mendapatkan hasil garam yang baik," tutupnya. (Arif)


