Program RHL Rp2,3 M di Dompu Gagal Total -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

Program RHL Rp2,3 M di Dompu Gagal Total

TalkingNewsNTB.com
22 Juni 2021

 

Foto: Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB Ir. Madani Mukarom, B.Sc,F.

Kabupaten Dompu, TalkingNEWS -- Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) senilai Rp2,3 M sebagai upaya memulihkan, mempertahankan serta meningkatkan fungsi hutan di Kabupaten Dompu-NTB dinilai gagal total. Pasalnya, proyek yang bersifat multi years dan dikerjakan bertahap (2018,2019 dan 2020) di dua lokasi besar wilayah Kecamatan Manggelewa dan Woja itu tak ada satu pun yang berhasil. Sejumlah bibit yang ditanam kala itu mati lantaran tak dirawat.


Menyoal hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F yang dikonfirmasi via WhatsApp selasa (22/6/21) mengaku bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mengirim tim evaluasi untuk memastikan program tersebut benar benar gagal.


"Kita akan mengirim tim  yang dimiliki Dinas lHK dan KPH mengevaluasi secara detail dan menyeluruh terkait program itu. Kami pastikan akan turun bersama anggota terbaik yang berintegritas tinggi," ungkapnya.


Dijelaskannya, jika nanti pihaknya mengirimkan tim untuk melakukan evaluasi secara detail, tapi jika dalam hasil evaluasi nanti, bahwa program itu dikatakan gagal maka tidak akan terjadi rencana serah terima itu.


"Intinya kalau gagal kami tidak akan menerima (menolak) pekerjaan tersebut" Tegasnya.


Lanjutnya baru bisa dilakukan serahterima proyek setelah tanaman pohon itu sukses dan sudah berusia 3 tahun, maka pihaknya baru akan melakukan serah-terima bersama pelaksana proyek tegasnya


Dikatakannya sebelumnya, bahwa program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) yang dikerjakan oleh salah satu perusahaan PT yang ada di Makasar, untuk wilayah kerja kecamatan Woja dan Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu, sementara sebagai pelaksana pekerjaan ditangani oleh tiga CV yaitu, CV  Johar Putra, CV Gerubang Jaya dan CV PIP.


Lanjutnya Sumber Anggaran tersebut berasal dari BPDAS HL Dodokan Moyosari yang dilaksanakan melalui proses lelang kepada pihak perusahaan dengan nilai anggaran 2,3 Miliar.


Program tersebut dikerjakan selama tiga tahun, terhitung mulai dari penanaman tahun 2019 dengan waktu pemeliharaan pohon hingga tahun 2021 sekarang,"Tutupnya. (Arif)


Editor: Agus.