Bima, TalkingNewsNTB.Com -- Sekitar Lima lembaga TK/PAUD di Kecamatan Madapangga, laksanakan acara wisuda di halaman gedung TK Seroja Desa Dena, Rabu (17/6).
Acara tersebut dihadiri oleh 179 siswa peserta wisuda dari lima lembaga TK/PAUD, yakni TK Kuncup Muda sebanyak 40 siswa,TK Aba Lima 13 siswa, TK Teratai sebanyak 12 siswa, KB Tunas Anggur sebanyak 30 siswa, dan TK Seroja 80 siswa. Selain itu, juga dihadiri para guru serta orang tua siswa.
Kegiatan itu turut mendapatkan perhatian khusus pihak pengelola dapur SPPG Amanah Dena. Sebagai rasa tanggung jawab serta komitmen dalam berkontribusi nyata terhadap kegiatan sosial, pihak SPPG Amanah Dena langsung gerak cepat. Sebanyak 204 paket yang berisi makanan bergizi, disalurkan langsung ke acara wisuda tersebut. Dari total siswa sebanyak 175 ditambah jumlah guru sebanyak 29 orang, semua mendapatkan paket makanan bergizi secara gratis.
Pengelola SPPG AMANAH Dena, H. Fatrizal, S.Kep., M.Kes, mengatakan bahwa pengiriman sejumlah paket makanan bergizi di acara wisuda tersebut sebagai langkah untuk menjaga komitmennya dalam berkontribusi. Pihaknya berjanji akan terus berupaya dalam mensuport setiap kegiatan yang ada. Termasuk kegiatan sosial lainnya sebagai langkah strategis dalam menjaga hubungan sosial antara warga dan SPPG.
"Alhamdulillah sampai saat ini kami dari pihak SPPG Amanah Dena akan terus berkontribusi. Sebab kami hadir bukan atas kepentingan pribadi kami, melainkan kepentingan masyarakat luas terutama para siswa demi memastikan kebutuhan gizi mereka. Ini merupakan amanat Presiden RI kita bapak Prabowo Subianto,' ujar Aji Fatrizal (sapaan akrab) pada media ini, Rabu (17/6).
Selain makan bergizi yang disajikan secara konvensional, pihak SPPG juka mengirim paket makanan bergizi dengan bentuk nasi tumpeng. Di mana Nasi tumpeng adalah hidangan tradisional Indonesia berupa nasi yang dicetak berbentuk kerucut, disajikan di atas tampah beralaskan daun pisang, dan dikelilingi aneka lauk-pauk. Hidangan ini sarat makna filosofis dan biasanya disajikan sebagai bentuk rasa syukur pada acara perayaan, syukuran, atau upacara adat.
Menurut Aji Fatrizal, pengiriman paket makan ke acara wisuda tersebut tidak menggunakan ompreng seperti paket MBG pada umumnya. Tetapi menggunakan wadah yang biasa dipakai para pengusaha katering pada umumnya.
"Dalam pengiriman paket makanan itu, kami tidak menggunakan ompreng MBG, karena itu bukan dari bagian program MBG yang harus menggunakan wadah makanan seperti ompreng. Karena itu bentuk kontribusi kami saja," ungkapnya. (Gufran)


