TalkingNEWS.asia—Dinas
Komunikasi, informatika dan Statistik Provinsi NTB telah menerima data dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika
Kementerian Kominfo RI, tentang beredarnya sejumlah berita bohong
(disinformasi) atau isu hoax melalui
sejumlah akun media sosial.
Berdasarkan
hasil pantuan, sedikitnya terdapat 31 berita bohong yang beredar via media
sosial dalam sepekan terakhir.
Diantaranya,
termasuk satu isu hoax di akun facebook
Archangel Samuel yang menposting sebuah video mengerikan, seolah-olah telah terjadi kerusakan hebat dan menelan
banyak korban yang diakibatkan bencana gempa bumi 4,6 SR di Lombok Timur pada tanggal 18 Juni 2019.
Plt.
Kadis Kominfostik NTB I Gede Putu Aryadi, MH mengungkapkan, bahwa Fakta di
lapangan mengatakan lain, karna video yang diunggah tersebut tidak benar adanya
atau kabar bohong. “Gempa saat itu, merupakan getaran kecil yang tidak menimbulkan
dampak kerusakan atau pun korban jiwa, Nah kalau ini dibiarkan dapat
menimbulkan ketakutan dan kepanikan masyarakat. Bahkan dapat mempengaruhi
tingkat kunjungan tamu ke NTB,” ujar aryadi.
Menurutnya,
Video tersebut diduga merupakan video hasil rekayasa, atau pernah terjadi
ditempat lain, lalu di posting seolah-olah terjadi di Lombok Timur. “Sehingga
kalau tidak hati-hati dan bijak menerima informasi semacam itu, apalagi ikut
memposting akan sangat merugikan kita semua,” harap Plt. Kadis Kominfostik NTB
ini.
“Karenanya,
kami menghimbau seluruh masyarakat untuk hati-hati dan waspada terkait
informasi yang kurang jelas sumbernya, yang beredar di media social,” sambung
Aryadin.
Aryadi
juga berpesan, ketika mengkonsumsi sebuah informasi, alangkah baiknya dilakukan
cross check pada sumber-sumber resmi, misalnya melalui situs resmi pihak-pihak
terkait. Termasuk mengeceknya pada media mainstrem yang dikelola secara
profesional dan bertanggung jawab. Misalnya situs Website Badan Publik, Koran,
majalah dan jaringan online yang dimilikinya serta media online profesional
lainnya,”pungkas Aryadi.(Ag)