Diskominfostik NTB Himbau, Waspada Isu Hoax -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

Diskominfostik NTB Himbau, Waspada Isu Hoax

TalkingNewsNTB.com
23 Juni 2019



TalkingNEWS.asia—Dinas Komunikasi, informatika dan Statistik Provinsi NTB telah menerima data  dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI, tentang beredarnya sejumlah berita bohong (disinformasi) atau isu hoax  melalui sejumlah akun media sosial.

Berdasarkan hasil pantuan, sedikitnya terdapat 31 berita bohong yang beredar via media sosial dalam sepekan terakhir.

Diantaranya, termasuk  satu isu hoax di akun facebook Archangel Samuel yang menposting sebuah video mengerikan, seolah-olah  telah terjadi kerusakan hebat dan menelan banyak korban yang diakibatkan bencana gempa bumi 4,6 SR  di Lombok Timur pada tanggal 18 Juni 2019.

Plt. Kadis Kominfostik NTB I Gede Putu Aryadi, MH mengungkapkan, bahwa Fakta di lapangan mengatakan lain, karna video yang diunggah tersebut tidak benar adanya atau kabar bohong. “Gempa saat itu, merupakan getaran kecil yang tidak menimbulkan dampak kerusakan atau pun korban jiwa, Nah kalau ini dibiarkan dapat menimbulkan ketakutan dan kepanikan masyarakat. Bahkan dapat mempengaruhi tingkat kunjungan tamu ke NTB,” ujar aryadi.

Menurutnya, Video tersebut diduga merupakan video hasil rekayasa, atau pernah terjadi ditempat lain, lalu di posting seolah-olah terjadi di Lombok Timur. “Sehingga kalau tidak hati-hati dan bijak menerima informasi semacam itu, apalagi ikut memposting akan sangat merugikan kita semua,” harap Plt. Kadis Kominfostik NTB ini.

“Karenanya, kami menghimbau seluruh masyarakat untuk hati-hati dan waspada terkait informasi yang kurang jelas sumbernya, yang beredar di media social,” sambung Aryadin.

Aryadi juga berpesan, ketika mengkonsumsi sebuah informasi, alangkah baiknya dilakukan cross check pada sumber-sumber resmi, misalnya melalui situs resmi pihak-pihak terkait. Termasuk mengeceknya pada media mainstrem yang dikelola secara profesional dan bertanggung jawab. Misalnya situs Website Badan Publik, Koran, majalah dan jaringan online yang dimilikinya serta media online profesional lainnya,”pungkas Aryadi.(Ag)