![]() |
Foto: Kapolres Bima AKB Heru Sasongko SIK saat sesi wawancara dengan sejumlah awak media. |
Bima, TalkingNEWS -- Kapolres Bima AKB Heru Sasongko SIK menggelar Buka Bersama (Bukber) dengan sejumlah wartawan dari berbagai media massa, pada Senin (25/4/22).
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Bima menyinggung terkait maraknya aksi kenakalan remaja dengan panah misterius yang akhir akhir ini menimbulkan keresahan, bahkan tak sedikit korban berjatuhan. Kendati begitu, pihaknya tetap berupaya melakukan langkah strategis untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Saat sesi wawancara, Kapolres memaparkan ada beberapa langkah yang diterapkan oleh pihaknya saat ini dalam rangka mengatensi peristiwa pemanahan yang dimaksud, diantaranya yakni Pre-emtif, Preventif dan Represif.
Dijelaskannya, bahwa upaya Pre-emtif yang dilakukan yakni dengan mengunjungi berkoordinasi dengan sejumlah sekolah. Mengingat para pelaku pemanah ini kebanyakan dari pelajar.
"Pembentukan karakter siswa lahir di Sekolah, maka upaya yang dilakukan, rapat dengan kepala sekolah untuk minimalisir aksi nakal para siswa," ungkap Kapolres.
Selain itu, juga memberikan ruang penuh pada Bhabinkantibmas untuk melakukan penggalangan di ruang lingkup wilayah desa maupun lingkungan dalam memecahkan masalah tersebut, serta memberikan edukasi pada para orang tua untuk mengontrol pergaulan anak.
Untuk mendukung langkah Pre-emtif tersebut, juga perlukan adanya tindakan Preventif. Yakni dengan melaksanakan patroli gabungan bersama TNI dan Pol-PP di wilayah hukum jajaran Polsek, yang terfokus pada peniadaan niat dan kesempatan dari para pelaku.
Langkah terakhir, lanjut Kapolres, yaitu Represif, dengan menindak lanjuti sejumlah laporan dari masyarakat. Hasilnya, didapati para pemuda dan remaja yang membawa senjata tajam (parang) dan panah beserta busurnya.
"Dalam satu bulan terakhir, ada empat pemuda yang kita amankan beserta swju lah barang bukti (ketapel, busur dan Sajam). Mereka diamankan di TKP yang berbeda beda,"
Menutup penyampaiannya, Kapolres Bima berharap ada sinergitas dan kerja sama seluruh pihak dalam menangani dan menuntaskan fenomena panah misterius yang cukup meresahkan tersebut.
"Menuntaskan persoalan ini perlu keterlibatan semua pihak. Minimal memberikan informasi cepat kepada aparat jika melihat gerak gerik para pemuda yang mencurigakan," pinta Kapolres. (Khan)
Editor: Agus