Petani Menggugat, Tuntut Bupati Dompu Anjloknya Harga Jagung dan Gabah -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

Petani Menggugat, Tuntut Bupati Dompu Anjloknya Harga Jagung dan Gabah

TalkingNewsNTB.com
31 Mei 2022

 

Foto: Massa aksi saat melakukan unjuk rasa. 


Dompu, TalkingNEWS - Aliansi Serikat Tani (ASET) Kabupaten Dompu kembali menggelar aksi jilid dua, Selasa (31/5/22). Aksi yang menuntut Bupati Dompu terkait anjloknya harga jagung dan gabah tersebut diwarnai dengan blokade jalan negara dan pembakaran ban bekas.


Pantauan langsung media ini, akibat pemblokiran jalan tersebut, arus lalulintas lumpuh total dan sejumlah kendaraan mengalami kemacetan hingga ratusan meter. 


Korlap aksi Suryadin menuturkan, sampai sekarang pemerintah daerah belum ada solusi kongkrit yang berhasil dikeluarkan untuk menjamin persolan petani atas anjloknya harga gabah dan jagung. Kondisi ini tentu saja membuat petani menjerit, karena hasil tani tidak sesuai dengan biaya produksi akibat mahalnya harga pestisida dan kelangkaan pupuk. 


"Tidak ada satu pun yang bisa mendengar jeritan petani, baik itu DPRD maupun Pemda. Padahal keberadaan anggota dewan sebagai representasi dari masyarakat dalam menyelesaikan persoalan tingkat bawah, namun realitanya nol besar," ketusnya. 


Masalah anjloknya harga jagung merupakan kasus yang kerap kali terjadi setiap tahunnya yang seharusnya Pemda dan DPRD bersikap tegas terhadap para investor dengan mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap petani. Namun, fakta di lapangan, harga anjloknya harga pertanian hanya menjadi sebuah tontonan oleh pemerintah dan DPRD Dompu.


Sehingga, pihaknya menuding Pemerintahan Kabupaten Dompu di bawah pimpinan Abdul Kader Jaelani dan Syahrul Parsan (AKJ-SYAH) telah gagal menjalankan visi-misi dan program JARAPASAKA. "Ini sebagai bukti ketidak mampuan AKJ-SYAH dalam memperjuangkan nasib petani," tegasnya. 


Oleh seba itu, massa aksi meminta Bupati Dompu agar hadir di lokasi aksi untuk menjelaskan atas anjloknya harga Jagung dan gabah. Selain itu, juga mendesak agar segera memanggil sejumlah investor  yang diduga kuat terdapat temuan - temuan ada kecurangan dari hasil sidak timbangan dan tester.


Dan yang terpenting, Pemda Dompu segera melahirkan produk hukum tentang kestabilan harga komoditas pertanian yang ada.


"Apabila tuntutan kami tidak diindahkan oleh Bupati, maka kami bersama Petani jagung akan memblokade jalan terus menerus sampai aspirasi kami ada solusinya," Ancamnya.


Merespon aksi tersebut, Asisten 1 Bupati Dompu H. Burhanuddin yang didampingi oleh Kapolres Dompu dan Camat Woja langsung terjun menemui massa aksi. Sayangnya, kehadiran Asisten 1 tersebut tidak diterima baik oleh massa aksi. Mereka ingin, agar Bupati Dompu langsung yang menemui para pendemo. 


Mendapat sambutan massa aksi seperti itu, perwakilan Pemda Dompu pun langsung meninggalkan lokasi. Sedangkan, massa aksi juga secara perlahan membubarkan diri dengan aman dan tertib. 


Usai aksi, jalan yang diblokade tersebut pun kembali dibuka, dan arus lalulintas kembali normal. (Arif)