Proyek Jembatan Gantung Senilai Rp. 800 Juta di Sondosia Menuai Sorotan -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

Proyek Jembatan Gantung Senilai Rp. 800 Juta di Sondosia Menuai Sorotan

TalkingNewsNTB.com
27 Oktober 2022

 

Foto: Kondisi pekerjaan proyek jembatan gantung yang sebelumnya terlihat tidak ada aktivitas. 


Bima, TalkingNEWSntb.com -- Proyek jembatan gantung di Palisondo, Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) menuai sorotan. 


Berdasarkan data dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), proyek Rp 800 juta tersebut dengan kode RUP 33201099 ditender sejak Februari 2022, yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Kabupaten Bima. Namun herannya, aktivitas pekerjaan baru terlihat Oktober 2022 ini. 


Foto: tender proyek jembatan gantung February 2022.


Ketua Karang Taruna Desa Sondosia, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Arik Rinaldi, mengatakan, sebagaimana pengamatan langsung pihaknya, sampai saat ini baru dua blok angkur rencana sebagai pijakan pilar jembatan gantung Sondosia yang baru berdiri di lokasi kedua tepi sungai di desa setempat. 


Arik mengaku, dirinya langsung mengkonfirmasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima berkaitan masalah proyek tersebut. Hasilnya, dia memperoleh pendapat dari pejabat eselon II organisasi perangkat daerah itu bahwa, proyek tersebut belum dilaksanakan karena terkendala relokasi dan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. 


Padahal, lanjut Arik, sepengetahuan dirinya, hampir tak ada relokasi dan refocusing anggaran untuk Covid-19 tahun 2022. 


“Saya mendapat penjelasan katanya belum dikerjakan karena kemarin ada relokasi dan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19,” ujar pada Minggu (23/10/22).


Mantan Ketua Umum Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kabupaten Bima ini juga menyebut, sehari setelah dia mengkonfirmasi masalah tersebut kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bima, sejumlah alat berat dikerahkan ke lokasi proyek mulai pekan lalu. 


Puncaknya pada Minggu (23/10/22) mulai dipasang papan informasi terkait pelaksana proyek dan jumlah anggaran proyek. Pelaksana proyek yaitu CV Rakantuwu, dengan nomor kontrak 602.1/315/06.9/2022, dengan nilai kontrak Rp795.498.469. Sementara target pekerjaan mulai dari 28 Juli sampai 24 Desember 2022, total 150 hari kerja. 


“Hari ini baru mulai dipasang papan informasi proyek. Kemarin-kemarin nggak ada. Kami akan terus mengawal proyek ini,” isyarat pria yang juga anggota Banteng Muda Indonesia PDI Perjuangan ini.


Foto: Papan informasi proyek yang terlihat baru tersangka pasca disorot warga.


Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Kabupaten Bima Farid Widji ST yang dihubungi Via WhatsApp, Kamis (27/10/22) mengaku proyek masih dalam proses pekerjaan dan dua tiang menara sudah terpasang. Saat ini, pihaknya tengah mengecor untuk dudukan angkur jembatan. 


"Proses pekerjaan tetap berjalan. Ini baru bulan oktober, tinggal dua bulan lagi," tulisnya singkat. (Red)


Editor: Agus