Bahu Jalan Dijadikan Area Parkir, Dapur MBG Yayasan Mutiara Citra Bima Disorot -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

Bahu Jalan Dijadikan Area Parkir, Dapur MBG Yayasan Mutiara Citra Bima Disorot

TalkingNewsNTB.com
30 Januari 2026

Foto: Kondisi kendaraan di dapur MBG Yayasan Mutiara Citra Bima terlihat parkir di bahu jalan.


Bima, TalkingNewsNTB. Com-- Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Mutiara Citra Bima sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Desa Rasabou Kecamatan Bolo Kabupaten Bima NTB jadi sorotan. Bukan karena menu makanannya, melainkan lokasi dapur itu sendiri. 


Bagaimana tidak, selain luas bangunan yang diduga kurang dari 150 meter persegi sebagai syarat kelayakan, lokasi parkir motor para karyawan dan mobil pengantar menu MBG tidak tersedia. Sehingga bahu jalan yang lebarnya kurang lebih dua meter itu pun menjadi area parkir. 


Padahal diketahui, bahwa bahu jalan merupakan area milik negara. Imbas dari parkir di bahu jalan tersebut dikhawatirkan adanya potensi terjadinya kecelakaan. Di sisi lain merusak pandangan para pengguna jalan. 


"Harusnya bangunan yang disebut layak itu, semua tersedia, termaksud lahan parkir, jangan ambil bahu jalan seperti ini," kata Furkan salah satu pemuda Desa Rasabou, Jum'at (30/1/26). 


Dia pun mempertanyakan kredibilitas pihak berwewenang yang melakukan survei bangunan MBG Yayasan Mutiara Citra Bima, sebab secara kasat mata saja, bangunan yang awalnya ruko itu meski disulap paksa menjadi dapur MBG, tetap terlihat tidak layak


"Ini juga menjadi pertanyaan kami, kok bisa pihak yang survei lokasi MBG ini bisa menilai bahwa bangunan itu layak dijadikan dapur," ucap dia. 


Senada dengan Furkan, Agus juga punya pandangan yang sama. Menurutnya, keberadaan kendaraan yang berjejer di bahu jalan milik negara itu, tentunya mengganggu para pengguna jalan. Sehingga potensi terjadinya kecelakaan itu sangat amat mungkin. 


"Jika terjadi kecelakaan siapa yang akan bertanggungjawab dan siapa yang akan disalahkan. Inikan merugikan para pengandara, sedangkan pemilik dapur MBG pastinya lepas tangan, sebab orientasinya adalah keuntungan," paparnya. 


Oleh sebab itu, ia meminta kepada Pemerintah terkait melalui Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengevaluasi kembali syarat kelayakan dapur MBG Yayasan Mutiara Citra Bima, karena jika keberadaan MBG yang dimaksud banyak pihak yang dirugikan, maka sebaiknya ijin operasionalnya dicabut. 


"Kami minta kepada pihak terkait terutama kepada BGN untuk mengevaluasi kembali dapur milik Yayasan Mutiara Citra Bima ini, karena kami meragukan syarat kelayakannya," pinta dia. (Red)