Dompu, TalkingNewsNTB.Com – Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Dompu ke-211, Sabtu (11/4/2026), diwarnai pembacaan sejarah singkat daerah oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Dompu, Khairul Insyan, SE., MM.
Dalam pemaparannya, Sekda menegaskan bahwa tanggal 11 April 1815 telah ditetapkan sebagai Hari Jadi Dompu melalui Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2004. Penetapan tersebut berakar dari momentum historis peristiwa meletusnya Gunung Tambora pada 11 April 1815 yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan daerah.
“Penetapan ini mulai digagas pada masa Bupati Drs. H. Umar Yusuf dan berhasil difinalisasi pada era Bupati H. Abubakar Ahmad, SH,” ungkapnya.
Sejak ditetapkan, setiap 11 April diperingati sebagai hari jadi oleh pemerintah dan masyarakat Dompu sebagai refleksi sejarah dan penguatan identitas daerah “Nggahi Rawi Pahu”.
Memasuki usia ke-211 tahun, Kabupaten Dompu telah melewati perjalanan panjang sistem pemerintahan, mulai dari era kerajaan atau kesultanan, swapraja, hingga menjadi daerah otonom seperti saat ini.
Secara historis, Dompu pernah berstatus sebagai daerah swapraja tingkat II di Provinsi Sunda Kecil. Setelah kemerdekaan Indonesia, wilayah ini mengalami berbagai perubahan sistem ketatanegaraan hingga resmi menjadi daerah swatantra tingkat II.
Pada tahun 1947, Dompu ditetapkan sebagai daerah swapraja dengan Sultan Muhammad Tajul Arifin Sirajuddin sebagai kepala daerah. Selanjutnya pada 1958, statusnya berubah menjadi daerah swatantra tingkat II.
Perjalanan kepemimpinan daerah pun terus berganti, mulai dari H. Abdurrahman Mahmud, I Gusti Ngurah, hingga Letkol TNI H. Achmad Suwarno Atmojo yang menetapkan lambang daerah dan motto “Nggahi Rawi Pahu” melalui Perda Nomor 14 Tahun 1970.
Tongkat estafet kepemimpinan berlanjut ke sejumlah tokoh, di antaranya Letkol TNI H. Heru Sugiyo, Drs. H. Moh. Yakub, MT, Drs. H. Umar Yusuf, hingga Drs. H. Hidayat Ali.
Memasuki era reformasi, Dompu resmi menjadi daerah otonom pada 1999. Sejak itu, kepemimpinan diisi oleh putra-putra terbaik daerah, seperti H. Abubakar Ahmad, SH yang dikenal dengan program Islamisasi, hingga H. Syaifurrahman Salman, SE yang menggulirkan pendidikan dan kesehatan gratis.
Kemudian, Drs. H. Bambang M. Yasin memimpin selama dua periode dengan program unggulan PIJAR (sapi, jagung, rumput laut) yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Program tersebut kemudian berkembang menjadi TERPIJAR dengan tambahan sektor tebu rakyat.
Pada periode 2021–2026, kepemimpinan H. Kader Jaelani bersama H. Syahrul Parsan melahirkan program JARAPASAKA (jagung, porang, padi, sapi, ikan) menuju Dompu yang mandiri dan sejahtera.
Saat ini, Kabupaten Dompu dipimpin Bupati Bambang Firdaus, SE dan Wakil Bupati Syirajuddin, SH periode 2025–2030. Keduanya mengusung semangat pemerintahan bersih, disiplin, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk “Bergerak Bersama untuk Dompu Maju”.
Momentum 211 tahun ini menjadi refleksi sekaligus penguat komitmen bersama dalam membangun daerah menuju masyarakat yang maju, sejahtera, religius, berkeadilan, dan berbudaya. Dirgahayu Kabupaten Dompu ke-211. 11 April 1815 – 11 April 2026. (Arief)


