POSAL Bima Sambut Rombongan WD KRI dan BI NTB dalam Agenda ERB Kas Keliling 3T -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

POSAL Bima Sambut Rombongan WD KRI dan BI NTB dalam Agenda ERB Kas Keliling 3T

TalkingNewsNTB.com
20 Mei 2026

Foto: Rombongan WD KRI dan BI NTB saat berlabuh di Dermaga Nusantara Pelindo Bima.


Bima, TalkingNewsNTB.Com -- Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Bima menyambut rombongan WD Kapal Republik Indonesia (KRI) dan Bank Indonesia (BI) perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di dermaga Nusantara Pelindo Bima, Rabu (20/5/26). 


Rombongan tersebut terdiri dari pejabat tinggi Angkatan Laut yakni Kolonel Guskamla Koarmada II, Irwan Aditya winarno,S Hub int, Letkol Sintel Guskamla dan Komandan Mayor Jerry May Hasudungan Limbong dan 37 ABK, beserta 15 orang Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) dari BI NTB. 


Komandan Posal Bima Lettu PM Abdurrahman menyampaikan bahwa kunjungan WD KRI tersebut dalam rangka melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap Tim BI cabang NTB yang melakukan Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Desa Pusu Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. 


Beliau mengatakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini merupakan program pemerintah pusat yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Target dan sasarannya yaitu untuk wilayah-wilayah terpencil, dengan semboyan Kas Keliling Kepulauan Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T).


"Untuk di Kabupaten Bima sendiri sasarannya yaitu di Desa Desa Pusu Kecamatan Langgudu," pungkas Komandan Posal Bima Lettu PM Abdurrahman. 

Foto: Anggota Posal Bima saat menyambut kunjungan.


Untuk diketahui bahwa, tujuan utama Ekspedisi Rupiah Berdaulat (REB) kas keliling) 3T ini adalah memastikan masyarakat di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar mendapatkan akses terhadap uang Rupiah yang layak edar dalam jumlah cukup dan pecahan yang sesuai. 


Secara spesifik, tujuan program dari BI ini yakni, penyediaan uang layak Edar. Dengan kata lain, negara menjamin ketersediaan uang tunai serta melayani penukaran uang lusuh atau rusak dengan uang baru di wilayah pelosok.


Selain itu, menjaga kedaulatan negara. Dengan memastikan Rupiah menjadi satu-satunya alat pembayaran yang sah dan digunakan di wilayah perbatasan yang rentan terhadap penggunaan mata uang asing.


Serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai cara merawat uang (prinsip tidak dilipat, dicoret, diremas, distapler, dan dibasahi). Dan mendorong pemahaman literasi masyarakat melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. (Red)