Dishub Bima Ngaku Capai PAD hanya Rp30 Juta Pertahun -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

Dishub Bima Ngaku Capai PAD hanya Rp30 Juta Pertahun

TalkingNewsNTB.com
20 Juni 2021

 

Foto: Kepala Seksi Perhubungan Bidang Darat Didi A. Kader, ST.

Kabupaten Bima, TalkingNEWS -- Lajunya pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pembangunan daerah, tidak terlepas dari capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk dikelola dengan baik demi harapan agar  bisa menjadi sebuah wilayah yang maju. Namun harapan itu akan kandas bilamana capaian daerah masing masing dinas maupun OPD di bawah standar rata rata.


Sebut saja Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bima. Dalam dua tahun terakhir (2019 dan 2020) hingga saat ini, PAD yang dicapai hanya kisaran angka Rp. 30 juta. Itu terhitung dari semua pemasukan yang ada, termaksud pendapatan dari Bandara Muhammad Salahuddin Bima dan lahan parkir lainnya di masing masing wilayah Kecamatan.


"Pendapatan kita dalam dua tahun terakhir memang sangat menurun jika dibanding 2018 silam. Terakhir 2020 Kita hanya mencapai Rp30 juta dari semua pemasukan yang ada, termaksud lahan parkir Bandara dan tempat lainnya," ungkap Kepala Seksi Perhubungan Bidang Darat Didi A. Kader, ST, saat dikonfirmasi di ruangan kerjanya, Senin (14/6/21) lalu.


Ia menjelaskan, faktor menurunnya angka pendapatan itu, akibat musibah wabah Corona yang kala itu melanda dunia, termasuk daerah wilayah seluruh Indonesia, sehingga berpengaruh pada pendapatan daerah. Apalagi saat itu, banyak bandara yang ditutup dan pesawat tak ada yang jalan termaksud Bima. Bahkan pusat keramaian termaksud pasar dibubarkan, sehingga pendapatan dari parkir menurun. 


"Sementara hasil pengelolaan area parkir bandara akan dibagi-bagi, 15 persen untuk kosesinya, 30 poresen pajak daerah dan sisanya gaji pegawai, operasional dan lain lain," tambah dia.


Di singgung apakah area parkir bandara yang baru akan dipihak ketigakan atau tidak?, pihaknya tidak berani berkomentar banyak, sebab belum adanya rapat koordinasi  pengambilan keputusan terkait persoalan yang dimaksud. Apalagi untuk menyambung terminal baru butuh kesiapan dan kemantapan dari pegawai.


"Kalau itu belum bisa kita pastikan, karena belum dilakukan rapat pengambilan keputusan apakah dipihak ketigakan atau tidak. Namun untuk sekarang ini pengelolaan untuk area yang lama di bandara masih dikelola bersama dalam lahan parkirnya masih dikelola Dishub," pungkasnya. (Khan)


Editor: Agus