Perekrutan Karyawan PT STM Dinilai tak Adil, Warga Desa Adu Tutup Jalan -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

Perekrutan Karyawan PT STM Dinilai tak Adil, Warga Desa Adu Tutup Jalan

TalkingNewsNTB.com
02 Februari 2022

 

Foto: Massa aksi Warga Desa Adu saat diberikan arahan oleh Kepolisian yang bertugas.

Dompu, TalkingNEWS - Sejumlah warga Desa Adu Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu melakukan blokade jalan di Lintas Dompu-Lakey, Rabu (2/22) sekira pukul 07.00 Wita.


Aksi tersebut dipicu lantaran persoalan perekrutan tenaga kerja lokal di proyek tambang yang berlokasi di Hu'u Dompu. Massa menilai PT STM tidak adil merekrut pegawai karena tidak mengutamakan warga setempat. Akibat dari blokade jalan itu, aktivitas pengguna jalan lumpuh total. 


Salah satu massa aksi, Abdul Haris, S.Pd dalam orasi meminta pihak PT. STM segera merealisasikan tentang pemerataan tenaga kerja lokal, dan kejelasan nasib tenaga kerja yang sudah dinyatakan lulus. Namun hingga kini belum juga dipanggil.


"Jangan ada kejahatan dalam perekrutan karyawan. Karena dari hasil temuan di lapangan, perusahaan Subkon di proyek tambang PT. STM menggaji karyawan tanpa prosedur seperti tidak memperhatikan soal BPJS dan Jamsostek," kata dia.


Di sisi lain, pihaknya juga mendesak pihak perusahaan untuk menuntaskan adanya dugaan premanisme di lingkup perusahaan setempat. Mengingat sulitnya masyarakat berkoordinasi dengan pihak perusahaan akibat tindakan premanisme yang dimaksud.


Menanggapi aksi tersebut, pihak PT STM yang diwakili Aulya Deferetes SH, mengatakan bahwa dalam sistim rekrutmen tenaga kerja lokal dilakukan sesuai SOP, bahkan telah berkoordinasi dengan Pemerintah desa.


Lanjutnya, perekrutan kontraktor yang berada di perusahan sesuai kebutuhan. Misalnya, kata dia, tenaga kerja non skill harus disama ratakan sehingga pada saat rekrutan tenaga kerja semua adil.


Dijelaskanya, pada saat cek'up banyak tenaga kerja yang gagal pada tes kesehatan, karena tidak sehat. "Karenanya, diharapkan bagi tenaga kerja yang akan melakukan tes kesehatan agar betul-betul dijaga kesehatannya sehingga pada saat cek'up semuanya sehat dan mendapatkan pekerjaan," pintanya.


Begitupun disampaikan Nurdin, salah satu kontraktor/Subkon lokal. Di hadapan massa aksi ia mengaku sudah banyak merekrut tenaga kerja dari Desa Adu. "Hanya saja kendala di lapangan, saat perekrutan tidak ada yang main mendaftarkan diri," pungkasnya. 


Mendengar penjelasan dari pihak PT STM, massa aksi langsung membubarkan diri dengan aman dan jalan pun dibuka kembali dibuka. (Arif)


Editor: Agus