![]() |
Foto: Massa aksi saat melakukan orasi di depan kantor Bupati Dompu. |
Dompu, TalkingNEWS -- Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Kelompok Tani (Gapoktan) Kabupaten Dompu kembali menggelar demonstrasi di depan kantor DPRD dan Bupati Dompu NTB, Senin (28/3/22) pagi. (Baca Juga): Harga Gabah Merosot, Pemda dan DPRD Dompu Didemo Petani.
Aksi tersebut dalam rangka menagih janji pihak DPRD dan Pemda Dompu untuk menstabilkan harga gabah yang saat ini diketahui masih anjlok. Diketahui sebelumnya, DPRD dan Pemda Dompu sempat menggelar rapat yang juga diikuti oleh pihak Bulog dalam rangka membicarakan soal harga gabah.
"Kami hari menagih janji DPRD dan Pemda Dompu yang mengaku akan stabilkan harga gabah sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yakni Rp 4200-4500," kata Korlap aksi Ahmad.
Ahmad menegaskan, kepada pemangku kebijakan di Dompu agar jangan menipu para petani dengan menebarkan janji palsu mampu menstabilkan harga gabah sesuai HPP. Namun nyatanya sampai detik ini belum juga terealisasi. (Baca Juga): Harga Gabah Anjlok, Petani di Dompu Blokade Jalan.
"Petani saat ini sedang menjerit dan rugi atas anjloknya harga gabah yang saat ini berkisar Rp.3300-3400 di bawah HPP. Padahal petani sudah mengeluarkan biaya yang banyak untuk membiayai masa tanam dan panen," jelas Ahmad.
Fakta di lapangan, terbukti pihak. Bulog belum juga membeli gabah petani di Dompu. "Mana janji DPRD dan Pemda yang katanya mampu meningkatkan harga sesuai HPP. Kalian jangan Suak tebarkan janji. Padahal Bulog sampai hari belum juga bergerak membeli gabah petani," tegasnya.
Oleh karena itu, dirinya mendesak DPRD dan Pemda dalam hal ini Bupati Dompu untuk segera menyikapi permasalahan petani Gabah dengan serius. Selain itu, pihaknya meminta Ketua DPRD agar segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.
Menanggapi aksi tersebut, Bupati Dompu Kader Jaelani, mengatakan pemerintah daerah sudah berupaya bagaimana harga gabah petani yang ada busa diserap oleh bulog sesuai dengan harga Pokok Penjualan (HPP).
Lanjut Bupati, menindak lanjuti hal itu dirinya bersama anggota DPRD Dompu langsung mendatangi pihak distributor, Bupati, sampaikan pada pihak distributor, jangan hanya memikirkan keuntungan tapi berpikir juga keuntungan petani," dan pihak distributor menyepakati kenaikan harga gabah di gudang Rp 3700/1kg,"
Dan yang menjadi kendala saat ini, pihak bulog tidak punya anggaran untuk membeli gabah, karena pemerintah tidak lagi memberikan anggaran melalui APBN pada pihak Bulog. Dan pihak Bulog pun belum melakukan kesepakatan (MoU) dengan pihak mitranya.
Hal itu juga dipetergas oleh Ketua Komisi Satu DPRD Dompu Ir. Muttakun. Ia menjelaskan bahwa pemerintah dan mitra Bulog telah sepakat pembelian harga gabah disesuaikan dengan apa yang sudah disepakati di lokasi dengan harga Rp 3600/1kg sementara harga di gudang Bulog Rp 3700/1kg.
Namun apabila ditemukan pelanggaran dalam pembelian gabah di bawah standar atau tidak sesuai dengan komitmen pemerintah dan para mitra bulog, segera lakukan tindakan tegas.
Merasa kecewa dengan tanggapan Bupati dan ketua DPRD Dompu tersebut, massa aksi kemudian memberikan ultimatum akan melakukan aksi berjilid jilid, sampai harga gabah bisa distabilkan. (Arif)
Editor: Agus