Sekda Dompu Jabarkan Realisasi Program JARAPASAKA -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

Sekda Dompu Jabarkan Realisasi Program JARAPASAKA

TalkingNewsNTB.com
25 Mei 2022

 

Foto: Sekda Dompu Gatot Gunawan PP, SKM., M.MKes.


Dompu, TalkingNEWS - Di masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Dompu, Kader Jaelani dan H. Syahrul Parsan, ST., MT terus berkomitmen yang kuat untuk melayani kepentingan masyarakat Bumi Nggahi Rawi Pahu dengan mendayagunakan berbagai potensi dan sumberdaya yang tersedia.


Komitmen yang akan dijalankan Bupati dan Wabup itu juga menjadi amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026, yaitu mewujudkan Dompu Mashur (Mandiri, Sejahtera, Unggul dan Religius). Hal itu disampaikan Sekertaris Daerah Kabupaten Dompu, Gatot Gunawan PP, SKM., M.MKes, Kamis (20/5/22) 


Lanjut Sekda Gatot Gunawan, periode kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Dompu adalah selama 5 tahun yaitu dengan masa kepimpinan pada periode tahun 2021-2026 sebagaimana yang disebut di RPJMD yang disusun melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2021.


Lanjutnya di tahun pertama kepemimpinannya AKJ-SYAH menempatkan penanganan air bersih bagi masyarakat sebagai urusan yang menjadi skala perioritas untuk diupayakan.


“Penyediaan sarana dan prasarana air bersih baik pedesaan maupun perkotaan secara bertahap terus dilakukan sebagai upaya meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat melalui pembangunan baru dan perluasan spam jaringan perpipaan dengan target sasaran sebanyak 1500 SR”, ucapnya.


Sambungnya penyediaan sarana air bersih itu dilaksanakan melalui program hibah air minum pedesaan, program pamsimas, program yang bersumber dari Dana DAU dan DAK sebanyak 24 desa, yang tersebar di seluruh Kecamatan Se-Kabupaten Dompu, termasuk penanganan Daha Kompleks dan Bendungan Mila dan juga di tahun 2022 ini telah direncanakan penyediaan jaringan air bersih dengan sasaran sebanyak 1660 SR.


Berkaitan dengan pembangunan sarana Balai Latihan Kerja (BLK) Sekda Gatot Gunawan PP, menyebut pengupayaan BLK yang dibutuhkan masyarakat, Bupati Dompu, Kader Jaelani telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor: 41 Tahun 2021.


“Penyediaan sarana BLK, Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Dompu telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 41 Tahun 2021," ucapnya memberi penegasan.


Ditambahkannya dalam menyediakan sarana BLK hingga saat ini sedang berproses dan mudah-mudahan sarana yang dibutuhkan tersebut dengan segera direspon oleh Pemerintah Pusat dan juga Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.


Berikutnya terkait peningkatan kualitas dan kapasistas SDM bagi masyarakat Kabupaten Dompu, Sekda Gatot Gunawan menjelaskan pemerintah juga telah melakukan berbagai pelatihan kerja bagi masyarakat.


Dalam APBD tahun 2022 telah dilakukan pendidikan dan pelatihan bagi pencari kerja yang memenuhi kompetensi melalui penyelenggaraan pelatihan berbasis kompetensi, dan juga sejak tahun 2021 telah dilaksanakan berbagai pelatihan, seperti pelatihan las bekerjasama dengan SMK Hu’u dan pelatihan juru gambar bekerja sama dengan SMK Woja”, jelasnya.


Sambungnya lagi hingga saat ini tercatat sebanyak 220 orang yang telah dilatih melalui pelatihan tukang bangunan, pelaksana bangunan air, pelaksana jalan dan jembatan serta pelaksana bangunan gedung.


Dalam penjelasan ini juga Sekda Gatot Gunawan PP mengungkapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu juga berkomitmen yang kuat serta juga berupaya yang keras dalam mewujudkan 1000 UMKM.


Menurutnya dalam mendukung harapan tersebut walaupun secara bertahap dilakukan di tahun tahun 2022 ini telah dianggarkan untuk pembentukan UMKM baru.


“Pemda melalui Dinas Koperasi dan UMKM di tahun 2022 ini telah merencanakan membentuk 512 Wira Usaha Baru dan 20 Koperasi yang akan berintegrasi dengan Bumdes dan Perusda”, katanya.


Ditambahkannya diharapkan di tahun 2024 telah terbentuk 1000 UMKM/IMM baru sebagaimana yang diharapkan atau yang telah direncanakan.


Berikutnya terkait penyediaan sarana ambulance untuk 1 Desa, Sekda menyampaikan sarana tersebut juga menjadi perhatian dari Bupati dan Wakil Bupati Dompu untuk diupayakan dengan melihat kemampuan fiskal daerah dan juga kewenangan dalam menyediakan sarana dimaksud.


“Pengadaan ambulance untuk desa akan diarahkan pada penggunaan dana desa dan anggran dana desa (terutama bagi desa yang jauh dari kota) karena kegiatan tersebut juga merupakan kewenangan pemerintah desa.


Ditambahkannya sampai dengan saat ini telah tersedia 10 unit ambulance desa dan di tahun 2022 ini Desa Beringin Jaya Kecamatan Pekat, telah menganggarkan ambulance desa dan diharapkan bagi Desa yang lainnya yang belum memiliki sarana ambulance untuk juga merencanakan sarana dimaksud melalui DD maupun ADD masing-masing.


Untuk penerangan lampu jalan Sekda Gatot Gunawan menyampaikan penyediaan sarana tersebut sedang berproses dan tetap dilakukan pemeliharaan jalan terhadap penggantian titik-titik lampu yang padam.


Kata Sekda sampai saat ini telah dilakukan penggantian bohlam, diantaranya penggantian bohlam 30 titik di Ama Maka, penggantian bohlam 30 titik di Matua, penggantian bohlam 40 titik di Wawonduru, penggantian bohlam 10 titik di Bara,


Ditambahkan Sekda, saat ini tetap dilakukan survey terhadap bohlam yang padam dan pada 2022 ini ada penambahan pembangunan lampu jalan yaitu di sorisakolo dan juga di 2021 ada pembangunan Solar Cell di Ponpes Usman Bin Affan Desa O’O sebanyak 30 titik dan di Desa Saneo sebanyak 3 titik.


Terkait dengan program jarapasaka, Sekda Gatot Gunawan PP menjelaskan program jarapasaka yang menjadi program unggulan daerah dan juga menjadi program pendukung terwujudnya Dompu Mashur, akan terus diprogramkan dan disukseskan pelaksanaannya.


Menurut Gatot Gunawan program jarapasaka sedang berproses, dimana untuk komoditas jagung, padi dan porang ditangani oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan sebagai leading sektornya yang didukung oleh Dinas Ketahanan Pangan yang didukung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang baik dilaksanakan melalui Dana Alokasi Umum maupun Dana DAK Fisik Bidang Pertanian.


Lanjut Sekda, Dana DAK Fisik dalam mendukung program jarapasaka bidang pertanian digunakan dalam kegiatan antara lain menangani rehabilitasi jaringan irigasi untuk melayani areal persawahan pada daerah irigasi kesenangan Kabupaten Dompu melalui melalui perbaikan bendungan, perbaikan saluran primer dan sekunder dan bangunan irigasi lainnya.


Kemudian Dana DAK Fisik ini juga digunakan untuk kegiatan pembangunan jalan usaha tani untuk memudahkan akses pertanian, penyediaan pupuk bersubsidi sesuai dengan data CCPL pada Dinas Pertanian, pembangunan fasilitas pasca panen seperti gudang, rmu dan peralatan panen lainnya seperti bantuan sarana dan prasarana berupa combine, alsintan dan lainnya.


Lanjutnya pengembangan komoditas porang yang merupakan tanaman baru di Kabupaten Dompu melalui pembangunan Demplot sebesar 3 Ha dari APBD dan 3 Ha dari bantuan pusat yang berlokasi di Kecamatan Pekat, Dompu dan Pajo, dan swadaya oleh petani seluas 419 Ha yang tersebar di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Dompu, Pajo dan Manggelewa, kemudian juga dilakukan CCPL 1.600 seluas Ha, untuk teknisnya akan dilaksanakan pada saat musim hujan (September akan dilaksanakan Bintek).


Terkait program jarapasaka bidang peternakan Sekda Gatot Gunawan menjelaskan pada komoditas sapi dilakukan berbagai kegiatan seperti peningkatan kapasitas peternak sebanyak 300 orang, pembuatan Kandang Komunal di Desa Tolokalo( sedang dalam proses), pengadaan sapi (pejantan unggul) untuk meningkatkan jumlah populasi sapi 23 ekor dalam proses CCPL untuk ditender, pemenuhan prasarana seperti air bor dalam dan jalan produksi dari dana dak fisik, penyediaan hijaun pakan ternak berkualitas sebesar 231,5 Ha.


Lanjutnya juga dilakukan kegiatan kerjasama dengan BPDAS  untuk penyemaian lamtoro di Kecamatan Manggelewa sebanyak 15 KG untuk disebar ke masyarakat, pengadaan sapi 62 ekor di tahun 2021, melaksanakan IB, pembibitan di Kecamatan Kilo kemudian sebesar 18 miliar dana KUR telah dimanfaatkan untuk pengembangan peternakan pada tahun 2021.


Ditambahkannya untuk komoditas ikan telah dianggarkan pada 2022 ini berupa  pembuatan Bioflok dan penyusunan master plan untuk Pembangunan Fish Estate Desa Mbawi.


Diakhir penyampaiannya Sekda juga menaruh perhatian yang seksama dengan penurunan harga komoditi jagung dan dalam hal menstabilkan harga jagung agar sesuai dengan harapan petani pemerintah daerah terus berupaya memfasilitasi petani dengan pembeli komoditi jagung.


Dalam hal stabilisasi harga padi dan jagung Sekda Gatot Gunawan menyebut Bupati dan wakil bupati terus berkomitmen untuk menstabilkan harga jagung dan padi melalui komunikasi yang intes dengan pihak yang berkepentingan seperti bulok.


“Untuk kestabilan harga dimaksud saat ini pemerintah daerah juga sedang membuka komunikasi dengan pemerintah kabupaten lain di jawa dan beberapa perusahaan pakan untuk dapat mengambil produk pertanian Kabupaten Dompu”, terangnya.


Lanjutnya menyebutkan untuk stabilisasi subsidi pertanian, subsidi terus diupayakan secara maksimal melalui penetapan CCPL Pupuk bersubsidi yang tepat sasaran. (Arif)


Editor: Agus