![]() |
Foto: Massa KMD saat melakukan orasi di depan kantor Bupati. |
Dompu, TalkingNEWS -- Kesatuan Masyarakat Dompu (KMD) menhgelar aksi demonstdasi di depan kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Dompu, Selasa (17/5/22).
Aksi tersebut dalam rangka menagih janji politik Bupati dan Wakil Bupati terpilih Abdulkader Jaelani dan Syahrul Parsan MT (AKJ-SYAH). Sebagai mana diketahui bahwa sebelumnya AKJ-SYAH berjanji akan merealisasikan program JARAPASAKA (Jagung, Porang, Sapi dan Ikan). Namun setelah satu tahun lebih memimpin belum ada satupun program tersebut yang terealisasi.
Korlap Aksi Adi M. Yakub dalam orasinya memaparkan bahwa sebagai masyarakat, menjadi sudah sepatutnya menyakan janji politik AKJ-SYAH. Sudah sejauh mana progresnya dan apa saja yang telah diperbuat.
Sebab menurutnya, sejauh ini tak satupun yang berhasil direalisasikan dari sekalian program yang ditawarkan. Sehingga dapat dikatakan AKJ-SYAH gagal mengimplementasikan apa yang telah diucapkan ke masyarakat Dompu.
"Jika bicara soal jagung, jelas itu bukan program AKJ-SYAH. Karena sebelum mereka memimpin, jagung sudah menjadi program unggulan pemerintah sebelumnya. AKJ-SYAH hanya melanjutkannya saja," terangnya.
Ia menjelaskan bahwa, program Porang, Sapi dan Ikan yang digantungkan dulu pasca Pilkada silam hanya menjadi slogan untuk meraih simpatisan, sebab sampai saat ini belum ada satupun yang dapat dieksekusi dan hanya menghabiskan uang negara.
Di samping itu, soal air bersih yang sempat dijanjikan dulu pun belum juga realisasikan. Masalah yang sama juga terkait Balai Latihan Kerja (BLK) yang janjinya akan menyerap 1000 UMKM, satu ambulance satu desa, lampu penerangan jalan. "Lagi lagi, sederet janji ini belum ada satupun yang dapat realisasikan," teganya.
Oleh karena itu, pihaknya mendesak Bupati dan Wakil Bupati Dompu untuk segera menepati apa saja yang telah dijanjikannya pasca politik Pilkada silam dan yang tertuang dalam RPJMD tahun 2021 lalu.
Menanggapi aksi tersebut, Wakil Bupati Dompu Syahrul Parsan menyampaikan permohonan maaf, karena Bupati saat ini tak di tempat, masih kunjungan kerja di luar kota memperjuangkan pembangunan pelabuhan Kilo yang saat ini sudah mencapai tahap rencana induk pelabuhan (RIP) dan akan dilanjutkan dengan rencana UKL dan UPL.
"Insya Allah mudah mudahan tahun ini selesai ijinnya, dan semua anggarannya dari pemerintah pusat melalui kementerian perhubungan," jelasnya.
Terkait tugas dan fungsinya direktur PDAM, lanjutnya, mereka telah melakukan pengelolaan dan perawatan bukan pembangunan sementara. Namun yang bertugas untuk pembangunan adalah Dinas PUPR melalui bidang cipta karya.
Soal janji politik, kata Wabup, pihaknya telah melaksanakan pelatihan dan sertifikasi tukang bangunan sebanyak 100 orang, pembukaannya di kantor PUPR kabupaten Dompu tanpa bangunan, tanpa sarana dan prasarana.
Secara umum, yang telah dieksekusi yakni pelaksana bangunan air, pelaksanaan bangunan gedung, pelaksanaan bangunan jalan dan jembatan serta pelaksanaan bangunan irigasi.
Terkait turunnya harga jagung, dirinya bersama OPD langsung turun survei ke perusahaan jagung. Pihaknya menekan kepada petani agar tidak menjual jagung ke PT Segar karena saat ini harganya hanya Rp.3.800.
"Petani silakan menjual jagungnya ke PT pribumi la dade dengan harga 4.200, PT Wiliam 4.350, PT joko 4. 300, silakan jual jagungnya pada Perusahaan pembeli jagung yang harganya tinggi dan jangan jual jagungnya ke PT Segar," jelasnya.
Soal program Porang, pihaknya telah melakukan gerakan demplot dulu di beberapa kecamatan. Apabila cara ini berhasil, maka akan diadakan Bimtek pada petani bagaimana tata Ara membudidaya Porang.
Akibat tidak puas dengan penyampaian Wakil Bupati Dompu, masa aksi membubarkan diri dan mengancam akan melakukan aksi besar besaran bersama petani jagung dan akan melakukan blokade jalan pada Kamis depan yang akan membuat Dompu lumpuh. (Arif)
Editor: Agus