![]() |
| Penulis: Mantum HMI MPO Mataram 2019/2020 Muhammad Arif. |
Opini-- Manusia adalah mahluk Allah SWT yang paling mulia di bandingkan dengan mahluk lainya, mulia karena Allah telah memberikan keunggulan berupa akal untuk berfikir, kemudian dengan berfikir ia akan memperoleh ilmu yang akan membawa dan meningkatkan ketakwaan terhadap Allah SWT.
Selaras dengan hal itu, oganisasi HMI hadir sebagai alat penyusun barisan perjuangan untuk membentuk insan Ulil Al-Bab dan masyarakat yang diridhoi oleh Allah SWT. Artinya HMI bukanlah alat untuk dimanfaatkan demi kepentingan pragmatis individual.
Di dalam Al-Qur'an, orang yang menggunakan akalnya diberi sebutan dengan gelar Ulil Albab yaitu orang yang berfikir dan berzikir "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang berakal (Al-Baqarah 190)"
Sosok intelektual Ulil Albab merupakan sosok yang selalu dirindukan oleh kader kader HMI, sosok yang mampu membaca realitas zaman yang ia hadapi. Kemudian dengan itu mengonstruksinya menjadi pikiran-pikiran yang yang benar, sekaligus memberi tawaran-tawaran alternatif untuk memandu jalannya kehidupan umat manusia yang diridhoi oleh Allah SWT.
Tugas dari Intelektual Ulil Albab adalah konsisten mengatakan kebenaran baik kepada sesama kader HMI, kepada Pemerintah, masyarakat yang kehidupanya melenceng dari nilai nilai kebeneran Sunnah dan Al-Qur'an.
Maka dari itu harapannya semoga Musda Badko Bali Nusra melahirkan ide ide yang benar benar fokus pada masyarakat lemah, Edward Said sebut sebagai Kelompok Amatir, Kelompok Amatir adalah kelompok dengan aktivitas yang digerakkan oleh kepedulian dan rasa keadilan, bukan digerkan oleh kepentingan pragmatis individu “kepentingan sendiri” Dengan melebur langsung di tengah masyarakat yang terzolimi.


