Ketua DPRD Dompu: Forum Mbolo Weki Jadi Titik Awal Gerakan Masif Teguhkan Identitas Suku Dompu -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

Ketua DPRD Dompu: Forum Mbolo Weki Jadi Titik Awal Gerakan Masif Teguhkan Identitas Suku Dompu

TalkingNewsNTB.com
09 Februari 2026



Mataram, TalkingNewsNTB.Com – Ketua DPRD Dompu, Ir. Muttakun, menegaskan Forum Mbolo Weki Dou Dompu harus menjadi titik awal gerakan yang lebih terstruktur dan masif dalam menyuarakan identitas serta eksistensi Suku Dompu.


Hal tersebut disampaikan Muttakun saat menghadiri Forum Mbolo Weki Dou Dompu di Mataram, Sabtu (7/2/2026). Ia menilai, upaya mengangkat kembali identitas Suku Dompu sejatinya telah lama diperjuangkan oleh sejumlah pemerhati budaya, namun belum terorganisir secara kuat dan berkelanjutan.


Muttakun berharap forum ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremoni semata, melainkan menjadi awal langkah konkret ke depan.


“Saya ingin momentum Forum Mbolo Weki Dou Dompu ini benar-benar menjadi titik awal gerakan yang lebih besar ke depan, untuk kita semua menyuarakan identitas Suku Dompu dan menegaskan bahwa eksistensi itu memang ada,” tegasnya.


Menurutnya, dari sisi pengakuan historis, Dompu telah memiliki dokumen dan catatan sejarah yang kuat, baik tersurat maupun tersirat dalam berbagai literatur dan arsip.


“Kalau kita mau menyuarakan ini, sebenarnya dokumen pendukung dan catatan sejarah itu ada. Tinggal bagaimana kita menyatukan persepsi dan memperkuat langkah,” ujarnya.


Dalam kesempatan itu, Muttakun juga menyinggung narasi kebudayaan di tingkat Provinsi NTB yang kerap menggunakan istilah “Sasambo” (Sasak, Samawa, Mbojo). Ia menilai, Dompu sering kali tidak disebut secara eksplisit dalam kerangka tersebut.


“Kita semua merasa kecil hati ketika Pemprov NTB berbicara tentang daerah, mohon maaf, hanya melihat Sasambo. Dalam Sasambo itu tidak ada Dompu. Salah kami juga kenapa tidak bersuara,” ungkapnya.


Ia juga mengapresiasi para pemerhati budaya yang sejak awal telah berupaya menyuarakan identitas Suku Dompu.


“Saudara saya seperti Dae Yeyen, Dae Dau dan banyak pemerhati budaya lainnya patut kita hargai. Forum ini sudah mewakili gerakan-gerakan sebelumnya yang belum terstruktur dan belum masif,” katanya.


Muttakun mengajak seluruh elemen masyarakat Dompu menjadikan forum ini sebagai momentum kebangkitan bersama, termasuk menuju rencana Deklarasi Suku Dompu yang akan digelar pada 11 April mendatang, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Dompu.


“Kalau gerakan ini mengarah pada deklarasi Suku Dompu saat HUT Dompu nanti, itu luar biasa. Ini momentum besar bagi kita,” ujarnya.


Meski demikian, ia menegaskan bahwa secara konstitusional negara sejatinya telah mengakui eksistensi Dompu, baik secara historis maupun administratif sebagai daerah yang memiliki akar kesultanan.


“Negara sudah mengakui sebenarnya. Tinggal bagaimana kita di Dompu menyepakati dan memperkuat posisi ini. Mari kita dorong agar Pemprov tidak hanya berbicara Sasambo saja. Mana Dompunya?” tegasnya.


Forum Mbolo Weki Dou Dompu menjadi ruang konsolidasi besar warga Dompu di perantauan, melibatkan akademisi, tokoh adat, pemerhati budaya, hingga unsur pemerintah daerah. Forum ini membahas sejarah, entitas, serta penguatan identitas budaya Dompu dalam bingkai kebudayaan NTB dan Indonesia.


Dengan dukungan Ketua DPRD Dompu, gerakan peneguhan identitas ini diharapkan tidak hanya menjadi wacana kultural, tetapi juga mendapatkan perhatian dalam kebijakan daerah, pendidikan, serta pengakuan formal dalam narasi kebudayaan di Nusa Tenggara Barat. (Arief)