Bupati Dompu Dianugerahi Gelar “MA KAPAHU RAWI”, Tegaskan Komitmen Jaga Martabat Budaya dan Identitas Daerah -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

Bupati Dompu Dianugerahi Gelar “MA KAPAHU RAWI”, Tegaskan Komitmen Jaga Martabat Budaya dan Identitas Daerah

TalkingNewsNTB.com
11 April 2026

Dompu, TalkingNewsNTB.Com – Momentum Hari Jadi Kabupaten Dompu ke-211 tahun 2026 menjadi momen bersejarah bagi Pemerintah Kabupaten Dompu. Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE bersama Wakil Bupati Syrajuddin, SH menerima anugerah gelar kehormatan “MA KAPAHU RAWI” dari Yayasan Kesultanan Dompu (YKD), Sabtu (11/4/2026).


Penganugerahan tersebut berlangsung pada puncak perayaan HUT Dompu di halaman Kantor Bupati. Dalam sambutannya, Bupati Bambang Firdaus menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas penghargaan yang diberikan.


“Alhamdulillah, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Yayasan Kesultanan Dompu. Gelar ini bukan sekadar penghargaan, tetapi amanah dan tanggung jawab moral untuk terus mengangkat serta melestarikan nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal Dana Dompu, serta nilai-nilai agama sebagai fondasi pembangunan daerah,” tegasnya.


Menurut Bupati, gelar kehormatan tersebut menjadi penyemangat bagi pemerintah daerah dalam mendorong berbagai agenda strategis ke depan. Di antaranya pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi Sultan Muhammad Sirajuddin (Sultan Dompu ke-20), pembangunan Museum Dompu, pembangunan replika Istana Kesultanan Dompu, serta penguatan identitas suku Dompu.


Pada kesempatan itu, Bupati juga membacakan Ikrar Suku Dompu sebagai bentuk komitmen bersama seluruh elemen masyarakat. Ikrar tersebut menegaskan lima poin penting, yakni pengukuhan eksistensi suku Dompu sebagai bagian utuh bangsa, penguatan persatuan dan gotong royong, penolakan terhadap segala bentuk penghinaan identitas budaya, kebangkitan identitas sebagai kekuatan pembangunan, serta pewarisan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.


Selain itu, Bupati secara tegas menolak segala bentuk pengabaian terhadap identitas budaya Dompu, termasuk penggunaan istilah yang dinilai mengerdilkan eksistensi suku Dompu dalam bingkai Nusa Tenggara Barat.


“Mari kita satukan tekad, menjaga kehormatan, adat, dan budaya Dompu. Dari tanah ini kita bangkit, bersatu, dan melangkah menuju Dompu yang maju, sejahtera, religius, dan berbudaya,” pungkasnya.


Penganugerahan gelar “MA KAPAHU RAWI” ini menjadi simbol pengakuan sekaligus penguatan posisi budaya Dompu di tengah arus globalisasi, serta penegasan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga jati diri dan warisan leluhur. (Arief)