Dompu, TalkingNewsNTB.Com – Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Dompu ke-211, Sabtu (11/4/2026), tampil berbeda, sederhana, namun sarat makna. Untuk pertama kalinya, pemerintah daerah tidak menggelar upacara bendera, melainkan menggantinya dengan konsep lesehan atau duduk bersama sebagai simbol kebersamaan dan kesetaraan.
Perubahan ini menjadi penegasan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum refleksi mendalam atas perjalanan pembangunan sekaligus penguatan nilai persatuan masyarakat.
Suasana semakin semarak dengan penampilan tarian kolosal “Dompu Maniki Mantika” yang melibatkan 211 pelajar tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Dompu. Tarian tersebut menjadi representasi kekuatan generasi muda dalam menjaga budaya dan identitas daerah di tengah arus modernisasi.
Dalam sambutannya, Bupati Dompu menegaskan bahwa hari jadi harus dimaknai sebagai titik evaluasi sekaligus pijakan menuju masa depan yang lebih baik.
“Momentum hari jadi bukan sekadar napak tilas, tetapi refleksi pembangunan dan ajang memupuk persatuan serta kebersamaan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, konsep lesehan mencerminkan wajah Dompu sebagai daerah yang inklusif dan egaliter, tanpa sekat sosial. Menurutnya, keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai melalui kebersamaan, persaudaraan, dan semangat gotong royong.
Mengusung tema “Bergerak Bersama untuk Dompu Maju”, pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan daerah yang maju, sejahtera, religius, berkeadilan, dan berbudaya.
Dalam paparannya, Bupati juga mengungkap sejumlah capaian pembangunan yang menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Tingkat kemiskinan berhasil ditekan sebesar 0,45 persen, dari 11,59 persen (32.080 jiwa) pada 2024 menjadi 11,15 persen (31.270 jiwa).
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat 0,99 poin atau tumbuh 1,36 persen, mencerminkan perbaikan kualitas hidup masyarakat dari sisi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup.
Di sektor ekonomi, pertumbuhan mengalami kenaikan signifikan dari 3,62 persen pada 2024 menjadi 4,75 persen pada 2025. Sektor pertanian dan perikanan menjadi penyumbang utama, dengan produksi padi mencapai 204.214 ton dan jagung 432.280 ton.
Sejalan dengan itu, pendapatan per kapita masyarakat juga meningkat menjadi Rp38,11 juta dari sebelumnya Rp36,12 juta.
“Atas capaian ini, kami menyampaikan terima kasih kepada DPRD, Forkopimda, TNI/Polri, alim ulama, dan seluruh masyarakat atas kolaborasi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Meski demikian, Bupati mengakui masih ada pekerjaan rumah, terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia menekankan pentingnya layanan yang cepat, transparan, akuntabel, mudah diakses, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Prinsip pelayanan harus mengedepankan kecepatan, keramahan melalui 5S, keadilan tanpa diskriminasi, serta pemanfaatan teknologi,” katanya.
Pada momentum tersebut, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat optimisme, mempererat sinergi, dan terus bergerak bersama demi kemajuan daerah.
Ia menegaskan komitmennya bersama Wakil Bupati untuk memimpin Dompu lima tahun ke depan dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan fokus pada kesejahteraan rakyat.
Peringatan HUT Dompu ke-211 ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi NTB, para kepala daerah se-NTB, unsur Forkopimda, DPRD, tokoh adat, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat kebersamaan dalam membangun Dompu.
“Dirgahayu Dompu tercinta. Mari terus bergerak bersama untuk Dompu maju,” pungkasnya. (Arief)


