Bima, TalkingNewsNTB.Com -- Stasiun Pompa Air Baku (SPB) 41 di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, NTB, mengalami kerusakan.
Akibatnya, ratusan Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di Dusun Nggaro Lembo dan Dusun Kamasi krisis air bersih.
"Ratusan KK tidak mendapatkan pasokan air bersih. Kondisi ini sudah lama dialami warga, " ujar anggota BPD setempat, Alfukari, Kamis (16/7/2026).
Untuk kebutuhan sehari-hari, warga harus mengambil air di rumah keluarga yang memiliki pasokan air bersih. Bahkan sebagian warga ada yang memilih untuk membeli air kemasan seperti Aqua, Lam-Lam, Le Minerale dan lainnya.
"Karena susah mendapatkan pasokan air bersih. Warga terpaksa ambil air di rumah tetangga dan membeli," ungkap Alfukari.
Kepala Desa (Kades) Rasabou, Suaidin, SH, membenarkan warga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih dan kondisi tersebut hampir sebulan.
Kata Kades, data warga yang terdampak krisis air bersih sebanyak 196 KK. Yakni 117 KK di Dusun Kamasi dan 76 KK di Dusun Nggaro Lembo.
"Krisis air bersih terjadi akibat rusak As Pompa Air di SPB41. Sudah dilaporkan bahkan kami sudah layangkan surat ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi NTB selaku pihak yang memiliki kapasitas," sebut Kades.
Lanjutnya, pihak BWS sudah memantau kondisi SPB41, tapi belum menurunkan tenaga teknisi untuk memperbaiki.
"Kami harap pihak BWS turun ke lapangan untuk memperbaiki As Pompa Air yang rusak. Sehingga kebutuhan air bersih kembali normal," pungkasnya.
Kades juga berharap, untuk meminimalisir krisis air bersih, pihaknya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima melalui Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendistribusikan air bersih untuk kebutuhan masyarakat yang sedang mengalami krisis air bersih.
"Selain BPBD, Kades meminta bantuan ke Polres Kabupaten Bima supaya menyalurkan air untuk membantu warga yang terdampak krisis air bersih," pungkas Suaidin. (Oyan)


