Disbudpar Dompu Komit Kembangkan Ekowisata Hiu Paus, Konservasi Teluk Saleh Jadi Prioritas -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

Disbudpar Dompu Komit Kembangkan Ekowisata Hiu Paus, Konservasi Teluk Saleh Jadi Prioritas

TalkingNewsNTB.com
11 Juli 2026



Dompu, Talkingnewsntb.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Dompu menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekowisata hiu paus yang berkelanjutan di kawasan Teluk Saleh. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri diskusi progres dan evaluasi hasil pendampingan program yang digelar Konservasi Indonesia bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ). Kamis (9/7/26) di desa Soritatanga kecamatan pekat kabupaten Dompu.


Kegiatan tersebut bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program pengembangan Kawasan Konservasi Perairan (Marine Protected Area/MPA) berbasis hiu paus serta pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan selama 2,5 tahun di kawasan Teluk Saleh.


Diskusi memfokuskan pembahasan pada tiga pilar utama, yakni perlindungan habitat hiu paus melalui penguatan kawasan konservasi, peningkatan kapasitas kelembagaan pengelola kawasan dan ekowisata, serta pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekowisata berbasis komunitas, penguatan UMKM, sertifikasi operator wisata, hingga peningkatan kesadaran konservasi.


Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu yang diwakili Bidang Destinasi, Arifuddin, menegaskan bahwa Disbudpar akan terus memberikan dukungan nyata agar ekowisata hiu paus mampu berkembang sebagai destinasi unggulan yang tetap menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat.


"Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berkomitmen mendukung pengembangan ekowisata hiu paus melalui penguatan promosi destinasi, peningkatan kapasitas masyarakat dan pelaku wisata, penyediaan sarana pendukung, penyusunan regulasi dan standar operasional wisata, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, lembaga konservasi, akademisi, dan sektor swasta," ujarnya.


Menurutnya, langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelestarian hiu paus beserta habitatnya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pariwisata yang bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan.


Dalam forum tersebut, peserta juga berdiskusi aktif bersama Conservation Outreach and Ecotourism Officer Konservasi Indonesia, Relis Gabriel Sihaloho, mengenai perkembangan program, capaian lima target utama GIZ, efektivitas Learning Center, pengembangan wisata hiu paus berbasis masyarakat, pemberdayaan UMKM, tata kelola perlindungan hiu paus, hingga penyusunan rencana tindak lanjut guna memastikan keberlanjutan program konservasi dan pengembangan destinasi wisata di kawasan Teluk Saleh.


Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dompu, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumbawa, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu, Camat Kempo, Kepala Desa Sori Tatanga, Kepala Desa Soro, Kepala Desa Labuhan Jambu, Kepala Desa Labuhan Aji, Kepala Desa Labuhan Sangoro, para kepala dusun di wilayah dampingan, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Torowuwu.(Arief)