5 Bulan Terakhir, Polres KLU Ungkap Puluhan Kasus Tindak Kejahatan -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

5 Bulan Terakhir, Polres KLU Ungkap Puluhan Kasus Tindak Kejahatan

TalkingNewsNTB.com
14 November 2020

Foto: Barang bukti saat gelar siaran pers di Mapolres KLU.


Lombok Utara, TalkingNEWS
-- Ada puluhan tersangka kasus tindak kejahatan yang berhasil diungkap oleh pihak jajaran Polres Kabupaten Lombok Utara (KLU) di lima bulan terakhir. 


Berdasarkan siaran pers tertulis Polres KLU melalui Kabid Humas Polda NTB Artanto SIK, M.Si pada Sabtu (14/11/) kasus yang berhasil diungkap tersebut yakni:


Pertama, kasus pencurian motor yang dilakukan pria berinisial Z asal Dusun Tibu Tangkok Desa Jineng Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur. Kasus tersebut terjadi di Rumah Fahrim alamat Dusun Lokok Rangan Desa Kayangan Kecamatan Kayangan KLU.


Kasus kedua juga terkait Pencurian motor yang dilancarkan oleh Z di lokasi yang berbeda.


Ketiga, kasus terkait Pencurian HP yang terjadi di Apotek Waringin Dusin Muara Putat, Desa pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Tidakan itu dilakukan oleh pria berinisial AK aaal Dusun Kekeri Timur Desa Kekeri Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat.


Kasus Keempat yaknj pencurian dengan perampasan barang yang dilakukan oleh MS alamat Dusun Tanak Song Lauk Deaa Jenggala Kecamatan Tanjung KLU. TKP di SDN 1 Genggelang Kecamatan Gangga KLU.


Kasus Kelima terkait Pencurian di Toko Coral Beach Gili Indah Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, tindakan itu dilakukan oleh seorang dengan Inisial ES yang berasal dari Dusun Karang Bedil Desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara.


Keenam yaitu kasus pencurian yang dilancarkan pria berinial WS asal Dusun Montong Gedeng Desa Gumantar Kecamatan Kayangan KLU. TKP di Rumah korban atas nama Sahnip Dusun Timur Tengah, Desa Dangiang, kecamatan Kayangan KLU.


Kasus Ketujuh terkait pencabulan terhadap anak oleh seorang pelaku berinisial ME alamat Dusun Lokok Reban Desa Mumbul Sari Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Peristiwa itu TKP di teras rumah Mistranep Dusun Lokok Mumbul Desa Mumbul Sari Kecamatan Bayan KLU.


Delapan, kasus ancaman menggunakan media sosial oleh pelaku berinisial TR warga Dusun Leong Barat Desa Tegal Maja Kelurahan Tanjung KLU.  Di akun facebook “Bankk Mizi” milik dari terlapor.


Kasus Kesembilan terkait penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar jenis solar bersubsidi pemerintah. Tindakan itu dilakukan oleh tiga orang pelaku yang berinisial R , G dan M. Ketiga pelaku berasal dari Dusun Tanak Song Desa Jenggala Kabupaten Lombok Utara.


Sepuluh, yakni kasus pencurian sepeda motor  oleh pelaku  RN alamat Dusun Kopang Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan KLU, bersama rekannya Z alamat Dusun Kelanjuhan Perigi Desa Gumantar  Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Kedua pelaku menjalankan aksinya di Rumah korban Shnip di Dusun Timur Tengah Desa Dangiang kecamatan Kayangan KLU.


Selanjutnya, terkait kasus pencurian sepeda Motor yang dilakukan seorang berinisial RS alamat Dusun Boyotan Proyek Desa Gumantar Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Pelaku melancarkan aksinya di Dusun Dangiang Barat Dsesa Dangiang Kecamatan Kayangan KLU.


Seluruh Kasus tersebut berhasil diungkap Tim Kepolisian Resor Lombok Utara. Hal tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan dedikasi semua Tim Kepolisian Resort Lombok Utara," kata Kapokres KLU AKBP Feri Jaya Satriansyah SH dikutip Kabid Humas Pokda.


Dalam kesempatan itu, kata Artanto, Kapolres juga berkomitmen akan terus melakukan Patroli dan memaksimalkan kerja Babinkamtibmas untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tindak kriminal di Lombok Utara bisa tereduksi. "Bagaimanapun kerja keras Tim Kepolisian, kejahatan akan terus ada. Hal ini sudah terjadi sejak zaman dahulu ketika Nabi Adam AS diciptakan," tegasnya.


Selain itu, lanjut Kabid Humas Polda NTB, Kasat Reskrim Polres KLU AKP Anton Rama Putra SH S.IK juga menambahkan bahwa tersangka dalam keselurahan kasus tersebut tidak semua berasal dari KLU.


Untuk itu, Kasat berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan mulai dari diri pribadi dan lingkungan keluarga. Mengingat dari sebagian kasus yang berhasil diungkap tersebut salah pemicunya adalah kelalaian.


"Tingkat Keamanan di KLU masih bisa dikatakan relatif aman, sebab bahasa statistik mengatakan tingkat kejahatan dan kriminal masih datar. Dalam artian belum ada peningkatan yang signifikan. Walau begitu, Tim kami akan terus sigap dalam mengungkap kasus-kasus yang diterima dari laporan masyarakat,"ujarnya dikutip Kabid Humas Pokda NTB. (TN.03)