![]() |
| Foto: Massa aksi saat mendengarkan paparan Kades Tambe saat audiensi. |
Bima, TalkingNewsNTB. Com -- Sejumlah pemuda yang mengatasnamakan Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM) melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima NTB, Senin (9/2/26).
Dalam aksi itu, pendemo menilai bahwa Pemdes Tambe tidak transparan dalam penggunaan anggaran desa lewat sejumlah program kerja yang dilaksanakan. Hal itu karena tidak adanya keterbukaan informasi publik.
"Tidak ada keterbukaan informasi terhadap masyarakat. Sehingga masyarakat tidak mengetahui arah penggunaan anggaran".
"Sementara, pembangunan infrastruktur jalan, secara fisik tidak nampak sama sekali. Masih banyak jalan desa yang tidak tersentuh," tuding Korlap Aksi Ramdhan.
Pendemo lain juga mengkritik tugas dan fungsi BPD Desa Tambe yang dinilai hanya berpangku tangan. Semenatara secara fungsi, harusnya BPD punya andil yang cukup besar dalam mengawal serta mengevaluasi seluruh kerja Pemdes.
"Kami menduga BPD dan Pemdes Tambe melakukan konspirasi jahat dalam penggunaan dana desa. Sebab, selama Periode ini, tidak ada program fisik yang terlihat," tutur Aldi.
Menanggapi tuntutan itu, Kades Tambe Chandara Nan Arif di hadapan pendemo menuturkan bahwa Pemdes Tambe sampai saat ini terus melakukan sosialisasi terkait penggunaan dana desa, baik lewat musyawarah maupun lewat spanduk yang terpasang.
Soal anggaran, Kades memaparkan bahwa ada dua sumber anggaran yakni melalui Dana Desa (DD) transfer Pemerintah Pusat dan Anggaran Dana Desa (ADD) lewat transfer Pemerintah Daerah. Sementara setengah dari anggaran itu hanya untuk gaji dan insentif, sisanya untuk program kerja.
Terkait perbaikan jalan, Kades tidak membantah bahwa memang ada beberapa titik yang belum bisa diperbaiki mengingat keterbatasan anggaran. Namun, Pemdes tidak menutup mata dalam hal itu.
"Kami ingin yang terbaik untuk masyarakat. Untuk jalan kami kerjakan bertahap. Dan kami juga melakukan lobi-lobi terhadap DPR untuk mendatangkan program perbaikan infrastruktur jalan," jelas Chandra.
Selain itu, Kades juga mengapresiasi kerja BPD yang selama ini terus bersurat kepada Pemdes dalam segala hal, baik itu berkaitan dengan penggunaan anggaran maupun masalah lainnya yang berkaitan dengan desa Tambe.
"Kami tidak menafikan terkait kerja BPD. Mereka terus bersurat kepada kita menyangkut kerja Pemdes. Selama periode ini, andil BPD dalam melakukan pengawasan dan evakuasi cukup baik," terang Kades.
Sementara itu, Ketua BPD Tambe Buyung Nasution membantah adanya tudingan pendemo bahwa BPD dan Pemdes terindikasi melakukan konspirasi menyangkut penggunaan anggaran desa.el Menurut Buyung, selama ia menjabat tugas dan fungsinya tetap dijalankan.
"Selama berkaitan dengan kinerja Pemdes Tambe, kami tetap bersurat untuk mengevaluasi semua program yang dijalankan. Intinya, semua hal yang kecil sekalipun kami tetap berkoordinasi, sepanjang itu berkaitan dengan Desa Tambe," pungkas Buyung. (Red)


