Bima, TalkingNewsNTB.Com — Babinsa Desa Bolo, Sertu M. Said, merupakan sosok prajurit yang dikenal memiliki karakter tangguh, energik, serta mental yang kuat dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawabnya. Namun, di balik ketegasan sebagai seorang prajurit, ia juga dikenal sebagai pribadi yang humanis, komunikatif, dan dekat dengan masyarakat. Kehadiran Sertu M. Said di tengah masyarakat Desa Bolo bukan sekadar menjalankan tugas sebagai aparat kewilayahan. Lebih dari itu, ia mampu membangun kedekatan dan komunikasi yang baik dengan berbagai lapisan masyarakat. Sikapnya yang terbuka dan mudah berbaur menjadikannya sosok yang cukup dikenal serta diterima dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Sebagai seorang Babinsa, perhatian Sertu M. Said terhadap kondisi wilayah tidak hanya diwujudkan melalui aspek keamanan dan ketertiban. Ia juga aktif mengambil bagian dalam berbagai kegiatan masyarakat, membantu kegiatan sosial, serta hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan dan keterlibatan. Sosoknya yang energik dan serba bisa bahkan turut menjadi salah satu bagian penting dalam suksesnya penyelenggaraan SEMI FUTSAL DESA BOLO CUP III 2026 yang tengah berlangsung. Di tengah hiruk-pikuk kompetisi, Sertu M. Said kerap terlihat terlibat langsung dalam berbagai kebutuhan kegiatan, sehingga keberadaannya menjadi energi tambahan bagi panitia maupun peserta. Namanya pun cukup familiar di kalangan para pemain dan insan olahraga yang mengikuti turnamen tersebut. Terlebih bagi para pemain tarkam yang selama ini aktif lalu-lalang dan menghiasi geliat olahraga sepak bola di wilayah Desa Bolo dan sekitarnya. Bagi masyarakat Desa Bolo, Sertu M. Said bukan hanya seorang Babinsa yang hadir ketika menjalankan tugas kedinasan. Ia adalah sosok yang mampu menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat, tegas ketika menjalankan tugas, tetapi tetap humanis ketika berinteraksi dengan warga. Ketegasan sebagai prajurit, kepedulian sebagai Babinsa, dan semangat kebersamaan sebagai bagian dari masyarakat menjadi karakter yang melekat pada sosok Sertu M. Said. Kehadirannya menjadi gambaran bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu hadir dalam bentuk seremonial, tetapi juga melalui keterlibatan nyata dalam setiap aktivitas yang membangun kebersamaan dan persaudaraan. (Gufran)


