| Foto: Ketua DPC GMNI Bima Cahyo Abdul Najib. |
Bima, TalkingNEWS -- Ketika rakyat menderita secara ekonomi dan psikologis karena hantaman wabah covid-19, Pemerintah Daerah Kabupaten Bima justru ingin tampil mewah dengan mobil dinas berharga fantastis. (Baca Juga): Anggota Banggar DPRD Bima Bongkar APBD Siluman Belanja Modis Rp1,4 M
Hal itu, diketahui setelah munculnya anggaran siluman dalam APBD Kabupaten Bima tahun 2022 seolah menjadi lonceng matinya nurani kepala daerah dan siapapun yang terlibat dalam konspirasi jahat ini.
Ketua DPC GMNI Bima Cahyo Abdul Najib merasa kepala daerah (Bupati Bima) tidak peka terhadap penderitaan rakyat yang dia pimpin, coba turun kedesa-desa, kemiskinan tumbuh seperti cendawan dimusim hujan.
"Sebaiknya APBD difokuskan untuk pemulihan ekonomi rakyat bukan malah di pake untuk mengadakan mobil dinas (mobdis)," Tegas Cahyo.
Menurutnya, konspirasi dinamis seperti ini sudah lazim terjadi di Kabupaten Bima. Sekarang APBD Rp.1,4 milyar (APBD Siluman) untuk pengadaan mobil dinas, pantaslah perihal ini di kecam pemda kabupaten bima sebagai pemimpin Oportunis. (Baca Juga): Muncul APBD Siluman, Ketua DPC PDIP Bima Tuding Ada Konspirasi Jahat.
"Padahal realitasnya pengadaan mobdis untuk bupati dan wakil bupati tidak tertera di dalam badan anggaran daerah, sungguh ini menandakan pemerintah kabupaten bima tidak berpihak terhadap rakyat."
"Munculnya penggunaan APBD siluman ini tentu akan menambah angka kemiskinan daerah, dan untuk menanggulangi ini semua harus di proses lebih lanjut ke Aparat Penegak Hukum (APH)," pungkasnya. (Red)
Editor: Agus

