![]() |
Foto: Warga Dusun Karaku Desa Manggena'e saat aksi berlangsung. |
Dompu, TalkingNEWS -- Warga Dusun Karaku Desa Manggena'e, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu melakukan aksi blokade jalan secara spontanitas di jalan lintas Bima Dompu NTB, Selasa (3/5/22).
Aksi yang dimulai sejak pukul 07:00 Wita tersebut dipicu lantaran lahan kuburan yang akan dijadikan tempat pemakaman salah satu warga setempat yang meninggal rupanya dimintai uang. Info yang beredar, lahan yang dimaksud dikabarkan masih sengketa dan berstatus hak kelola.
"Bukan hanya sekarang warga kami yang meninggal ditolak dikubur diatas lahan itu. Terhitung hampir 11 orang yang meninggal belakangan ini ditolak juga. Jika mau dikubur di atas lahan itu, kami harus membayar Rp. 1 juta lebih," kata Amirudin salah satu warga Dusun Karaku yang sekaligus sebagai Korlap aksi.
Oleh sebab itu, Amirudin memintan Pemdes Manggenae segara melakukan komunikasi dengan Pemerintah daerah (Pemda) agar secepat mungkin bisa melakukan upaya pembebasan lahan yang berstatus hak kelola tersebut.
"Kami meminta Pemdes Manggenae agar segera melakukan upaya pembebasan lahan," tegasnya.
Terkait masalah itu, Kades Manggena'e mengaku pihaknya sejauh ini sudah maksimal melakukan pendekatan dan komunikasi dengan Pemda dan Pemrov.
"Sebenarnya kami sudah mengajukan proposal pembebasan lahan kuburan dua tahun lalu. Namun sampai saat ini belum ada respon dari Pemda dan Pemrov selaku pihak yang punya wewenang," Kata Kades Manggenae Ikraman di lokasi aksi.
Lebih lanjut Kades menjelaskan pihaknya bisa saja melakukan upaya pembebasan lahan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD). Namun, saat ini tidak dilakukannya sebab tanah tersebut belum memiliki sertipikat. Apalagi, yang punya wewenang pembebasan lahan adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Pemrov NTB.
Meski demikian, Kades mengaku sejauh ini sudah berperan dalam upaya menyalurkan aspirasi warga. Bahkan selama belum diputuskan status tanah kuburan itu menjadi TPU, dirinya jauh hari sudah menggelontorkan ADD untuk membayar lahan ke pengelola lahan, bagi warga yang meninggal beberapa waktu belakangan ini.
Pantauan di lapangan, aksi yang berlangsung selama dua jam tersebut, mengakibatkan arus lalulintas lumpuh total. Namun setelah dilakuan upaya persuasif pihak kepolisian dan mendengarkan penjelasan Kades setempat, massa aksi akhirnya membubarkan diri secara aman dan kondusif. (Feri/Arif)
Editor: Agus