Dompu, TalkingNewsNTB.Com – Warga tumpah ruah turun ke Pantai Lakey, Desa Huu, Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk berburu cacing laut atau Nbenggo (Bahasa Dompu), Sabtu (7/2/2026) dini hari.
Sejak pukul 04.00 Wita, warga sudah memadati pesisir pantai dengan membawa jaring, senter, ember, hingga toples sebagai wadah untuk menyimpan hasil tangkapan. Tradisi tahunan ini selalu dinanti masyarakat karena kemunculan Nbenggo hanya terjadi sekali dalam setahun.
“Alhamdulillah dapat banyak hari ini. Cukuplah buat dimasak atau dibuat pepes,” ujar Zoey Malia Manggaliwara, putri dari Mawar, salah satu Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lakey, saat ditemui di lokasi.
Warga lainnya, Ismail Musa, mengatakan Nbenggo sudah mulai muncul sejak Jumat (6/2/2026). Sejak saat itu, warga mulai berdatangan ke pesisir untuk menangkap cacing laut berwarna-warni tersebut.
“Sudah mulai muncul sejak kemarin. Biasanya puncaknya memang hari Kamis atau Jumat, berdasarkan cerita orang tua dulu,” ungkap Muhammad Ismail.
Dalam tradisi masyarakat Dompu, kemunculan Nbenggo tidak hanya dipandang sebagai fenomena alam, tetapi juga berkaitan dengan legenda Putri Fifa Kafirli. Konon, putri berparas cantik dan berbudi luhur ini diperebutkan oleh banyak pangeran dari berbagai kerajaan.
Dikisahkan, Putri Fifa Kafirli menolak semua pinangan karena khawatir pilihannya akan membawa bencana besar. Ia kemudian memilih bersemai ke tengah laut dan menjelma menjadi Menggo atau Nbenggo. Sejak itu, kemunculan cacing laut tersebut dipercaya sebagai bagian dari jejak kisah sang putri.
Para tetua di wilayah selatan Bumi Nggahi Rawi Pahu kerap mewariskan kisah ini kepada generasi muda sebagai pengingat akan pentingnya hidup selaras dengan alam, menjaga adat, serta menghormati warisan leluhur.
Kini, selain menjadi tradisi turun-temurun, perburuan Nbenggo juga menjadi daya tarik budaya dan wisata yang memperkaya identitas Pantai Lakey sebagai kawasan pesisir yang tidak hanya dikenal dengan ombaknya, tetapi juga dengan kearifan lokalnya. (Arief)


