Irigasi So Tolo Nggabo Rp195 Juta Rampung Lebih Cepat, Petani Desa Kananga Segera Nikmati Manfaat -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

Irigasi So Tolo Nggabo Rp195 Juta Rampung Lebih Cepat, Petani Desa Kananga Segera Nikmati Manfaat

TalkingNewsNTB.com
02 September 2026


Bima, TalkingNewsNTB.Com — Pembangunan jaringan irigasi di So Tolo Nggabo, Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, senilai Rp195 juta rampung lebih cepat dari target. 


Infrastruktur yang dibiayai APBN melalui Program Percepatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 itu kini siap dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian warga.


Pembangunan irigasi tersebut dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Tolo Nggabo dengan masa kerja 90 hari, terhitung sejak 30 Juni 2026. Namun, pekerjaan berhasil dituntaskan pada Agustus 2026 sebelum batas waktu yang ditetapkan.


Ketua P3A Tolo Nggabo, Muhamad Saleh, mengatakan pembangunan irigasi merupakan kebutuhan penting bagi petani karena berkaitan langsung dengan ketersediaan air untuk mengelola lahan pertanian.


Menurut dia, percepatan pekerjaan dilakukan agar fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat.


“Pembangunan ini kami upayakan selesai lebih cepat agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh petani. Irigasi ini sangat penting untuk membantu pengairan lahan,” ujar Saleh.


Ia berharap masyarakat ikut menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.


“Harapan kami, irigasi ini bisa memberikan manfaat bagi petani dan sama-sama dijaga supaya bisa terus digunakan,” katanya.


Petani Tolo Nggabo, Saiful, mengapresiasi pembangunan tersebut. Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi akan membantu petani memperoleh dan mengatur kebutuhan air untuk lahan pertanian.


“Dengan adanya irigasi ini, petani tentu lebih dimudahkan dalam mendapatkan dan mengatur pengairan ke lahan mereka,” ujarnya.


Apresiasi juga disampaikan petani lainnya, Ahmad. Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB yang telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan irigasi tersebut.


Menurut Ahmad, pembangunan infrastruktur pengairan menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kebutuhan petani Desa Kananga.


Ia berharap program serupa terus diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat desa.


“Infrastruktur yang dibangun ini harus kita jaga bersama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para petani di Desa Kananga,” katanya. (Red)