Bima, TalkingNewsNTB.Com — Upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan peran sekolah. Kolaborasi antara guru, orang tua, pemerintah desa, komite, tokoh masyarakat hingga legislatif dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan silaturahmi keluarga besar SD Inpres Leu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Kamis (1/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi pihak sekolah dan seluruh stakeholder untuk menyampaikan gagasan, kritik serta masukan demi kemajuan pendidikan di sekolah tersebut.
Kegiatan itu dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bima dari Fraksi PDI Perjuangan, Nurdin Amin, SH, Anggota DPRD Kabupaten Bima Fraksi PAN Kurniawan, Korwil Kecamatan Bolo, Kepala Desa Leu, anggota komite sekolah, wali murid, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Dalam penyampaiannya, Anggota DPRD Kabupaten Bima Nurdin Amin, SH, mengapresiasi langkah SD Inpres Leu yang melibatkan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut. Menurut Nurdin, forum seperti itu penting karena sekolah dapat mendengar langsung masukan dari orang tua dan masyarakat.
Sebaliknya, para stakeholder juga dapat memahami berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi sekolah.
"Ini langkah yang baik. Sekolah tidak boleh berjalan sendiri. Harus ada sinergi antara sekolah, orang tua, masyarakat dan pemerintah untuk mendorong kemajuan pendidikan," kata Nurdin Amin.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bima itu mengatakan dukungan terhadap dunia pendidikan juga diwujudkan melalui perhatian terhadap pembangunan sarana dan prasarana sekolah.
Ia menyebut, melalui dana pokok pikiran (Pokir), dirinya ikut mendorong pembangunan gedung sekolah di sejumlah wilayah daerah pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kecamatan Bolo dan Madapangga.
Selain pembangunan fisik, Nurdin menilai perhatian terhadap perkembangan karakter anak juga tidak kalah penting. Terlebih, anak-anak saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang sangat cepat.
"Kenakalan anak di era digital ini harus menjadi perhatian bersama. Tanggung jawab membentengi anak tidak hanya dibebankan kepada guru. Orang tua juga memiliki peran besar dalam mengawasi dan mengarahkan anak-anak," ujar Om Digon sapaan akrab Politisi senior itu.
Om Digon mengajak para orang tua mengisi waktu anak dengan berbagai kegiatan positif.
"Sibukkan mereka dengan hal-hal positif, seperti mengaji, ikut ekstrakurikuler dan kegiatan lainnya," terangnya.
Senada, Anggota DPRD Kabupaten Bima Fraksi PAN Kurniawan mengatakan dukungan terhadap pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
Ia menyebut, sebagai bentuk dukungan terhadap SD Inpres Leu, pihaknya telah merealisasikan pembangunan paving block di sekolah tersebut pada tahun sebelumnya.
Kurniawan juga meminta pihak sekolah maupun masyarakat untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi apabila terdapat persoalan yang membutuhkan perhatian.
Ia mengingatkan agar persoalan yang menyangkut anak dan guru terlebih dahulu diselesaikan melalui komunikasi serta musyawarah.
"Untuk orang tua murid, jangan sedikit-sedikit lapor polisi jika ada masalah anaknya dengan guru di sekolah. Sebaiknya dibicarakan dahulu," pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala SD Inpres Leu, Syahbuddin, S.Pd, mengatakan pertemuan tersebut sengaja digelar untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan antara pihak sekolah dengan orang tua serta seluruh unsur yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.
Menurutnya, sekolah tidak bisa berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan pendidikan. Dukungan orang tua dan masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam membangun karakter peserta didik serta menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif.
"Pertemuan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk menyatukan persepsi. Sekolah memiliki keterbatasan, sehingga dukungan dan keterlibatan orang tua serta masyarakat sangat kami butuhkan," ujar Syahbuddin.
Ia menjelaskan, komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua juga penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan peserta didik.
Syahbuddin berharap setiap persoalan yang muncul dapat dibicarakan secara terbuka dan mengedepankan kepentingan pendidikan anak. Dengan demikian, sekolah, guru dan orang tua dapat bersama-sama mencari solusi terbaik.
Melalui pertemuan tersebut, keluarga besar SD Inpres Leu berharap sinergi antara sekolah, orang tua, pemerintah dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga berbagai persoalan pendidikan dapat diselesaikan secara bersama demi kepentingan peserta didik. (Red)


