Nurdin Amin Minta Pemda Bima Dukung Operasional RSUD Sondosia, Insentif dan Fasilitas dokter Jadi Sorotan -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

Nurdin Amin Minta Pemda Bima Dukung Operasional RSUD Sondosia, Insentif dan Fasilitas dokter Jadi Sorotan

TalkingNewsNTB.com
23 Oktober 2026


Bima, TalkingNewsNTB.com — Pemerintah Kabupaten Bima diminta memberikan dukungan anggaran dan fasilitas yang memadai untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sondosia. Dukungan tersebut dinilai penting agar peningkatan fasilitas dan kehadiran tenaga medis spesialis dapat diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan operasional rumah sakit.


Permintaan itu disampaikan anggota DPRD Kabupaten Bima, Nurdin Amin, SH, kepada TalkingNewsNTB.com, Jumat (23/10/2026). Ia menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dibebankan kepada manajemen rumah sakit, tetapi juga membutuhkan komitmen pemerintah daerah.


Menurut Nurdin, RSUD Sondosia mulai menunjukkan perkembangan melalui peningkatan fasilitas, termasuk pembangunan sejumlah gedung pelayanan rawat inap serta fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Selain itu, rumah sakit tersebut juga diperkuat dengan kehadiran sejumlah dokter ahli yang didatangkan dari luar daerah.


Namun, peningkatan fasilitas dan sumber daya manusia tersebut perlu ditunjang dengan dukungan operasional yang memadai. Kebutuhan itu antara lain mencakup insentif tenaga medis, tempat tinggal yang layak, kendaraan dinas, serta fasilitas penunjang lainnya.


“Jangan hanya menuntut agar RSUD Sondosia melayani secara maksimal. Itu akan terwujud apabila Pemda memenuhi dan mendukung operasional tenaga medis, terutama insentif, tempat tinggal yang layak, mobil dinas, dan lain sebagainya,” kata politisi yang akrab disapa Om Digon tersebut.


Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bima itu menilai, keberadaan tenaga medis yang kompeten harus diimbangi dengan perhatian terhadap kebutuhan dan kelayakan fasilitas kerja mereka. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu rumah sakit mempertahankan tenaga medis sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.


Sebagai anggota legislatif, Nurdin menyatakan akan berupaya menyampaikan persoalan tersebut dalam pembahasan anggaran daerah tahun 2027 mendatang. Ia berharap kebutuhan operasional RSUD Sondosia menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah agar peningkatan pelayanan kesehatan dapat berjalan secara berkelanjutan.


"Terkait persoalan ini, saya akan pasang badan untuk menyampaikan saat pembahasan anggaran 2027 nanti," tegasnya. 


Ia berpendapat, bahwa pembangunan infrastruktur kesehatan harus berjalan seiring dengan pemenuhan kebutuhan tenaga medis dan dukungan operasional. Dengan demikian, fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan pelayanan kepada pasien.


Nurdin juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberadaan RSUD Sondosia. Sebab, kata dia, dukungan masyarakat diperlukan agar rumah sakit tersebut terus berkembang dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi warga Kabupaten Bima.


Dia berharap sinergi antara pemerintah daerah, manajemen rumah sakit, tenaga medis, DPRD, dan masyarakat dapat memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap RSUD Sondosia. (Red)