![]() |
| Foto: Suasana massa saat aksi di depan kantor Bupati Bima. |
TalkingNEWS-- Ratusan warga Kecamatan Langgudu yang tergabung dari Desa Laju, Sarae Ruma, Wadu Ruka, Pusu dan Desa Doro O'o menggelar aksi demonstrasi, di depan kantor Bupati Bima-NTB, pada Senin (29/6/20).
Dalam aksi itu, massa menuntut janji politik Indah Dhamayanti Putri (IDP) dan H. Dahlan M. Noer pada Pikkada 2015 lalu terkait perbaikan jalan lintas Langgudu selatan, yang sampai saat ini belum terealisasi.
Pantauan di lapangan, selain warga, aksi tersebut juga dikuti oleh tiga orang Kades yakni Kades Laju, Kades Doro'o dan Kades Karampi. Bahkan dalam kesempatan itu mereka juga ikut menyuarakan tuntutan warganya tersebut.
"Kami hadir di sini menuntut janji Bupati dan Wakil Bupati sejak 2015 lalu. Saat itu mereka berjanji akan mengaspal jalan lintas Langgudu selatan jika terpilih, namun sampai saat ini tak kunjung terealisasi," kritik Kades Laju Ismail saat berorasi di depan kantor Bupati.
Kata dia, aksi ini dibangun atas dasar kesadaran warga tanpa ada tendensi lain, sebab gerakan massa hari ini merupakan bentuk protes atas ketidak Adilan di Kabupaten Bima.
"Ini murni gerakan masyarakat Langgudu yang menuntut keadilan dan pemerataan pembangunan di Wilayah Langgudu," jelasnya.
Oleh sebab itu, ia meminta Bupati agar segera keluar menghadapi massa dan memberikan kejelasan terkait tuntutan tersebut. "Kami minta Bupati untuk segera keluar, memberikan jawaban kapada warga Langgudu. Sebab jika tidak, massa aksi akan menginap di Kantor Bupati," ancamnya.
Begitupun di sampaikan Kades Doro O'o Samsudin SH, dalam orasinya menegaskan bahwa aksi ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap Bupati dan Wakil Bupati Bima yang menganak tirikan Kecamatan Langgudu.
"Kita dijanjikan, bahwa jalan sepanjang lintas Langgudu selatan akan diaspal, namun sampai detik ini tak kunjung dipenuhi," kata dia.
Ia menilai, pembangunan infrastruktur jalan di Bima sejauh ini belum merata, bahkan terjadi tebang pilih. Padahal kata dia, keluhan warga Langgudu sudah puluhan tahun terkait dengan kondisi jalan yang begitu parah, namun tak pernah ada respon," ketusnya.
Oleh sebab itu, kami minta kehadiran Bupati Bima untuk memberikan kejelasan terkait pengaspalan jalan yang pernah dijanjikan oleh IDP-Dahlan dulu," harapnya.
Hingga berita ini dirilis, aksi tersebut masih berlanjut, bahkan massa berhasil masuk di halaman kantor Pemda Bima, menunggu kehadiran Bupati IDP. (TN.01)


