![]() |
| Foto: Massa aksi saat melakukan orasi di depan kantor Kecamatan kilo. |
Kabupaten Dompu, TalkingNEWS-- Puluhan massa yang tergabung dengan Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Kiwu (IMPEK) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu-NTB, Senin (27/7/20).
Mereka menuntut pihak Pemerintah Kecamatan Kilo yang selama ini dinilai kurang peduli dan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat petani. Selain itu, juga meminta agar serius dalam melakukan penanganan penyebaran virus Corona di wilayah setempat.
Korlap aksi Sultan dalam orasinya menjelaskan bahwa Perkembangan perekonomian masyarakat kecamatan kilo saat ini cukup ketinggalan jauh dengan kecamatan lainnya, baik itu dari sektor pertanian maupun Perikanan. Sehingga dibutuhkan campur tangan dari pemerintah, agar potensi yang dimiliki dapat dikelola dengan baik.
Kata dia, Camat Kilo belum bisa memberikan Inovasi untuk masyarakat, padahal penghasilan pertanian termasuk perikanan cukup memadai dan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kilo, dalam hal ini perlu perhatian Khusus oleh pemerintah daerah melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan.
Menurutnya, ada beberapa problem penting yang berkembang pesat saat ini, baik dalam konteks pemberdayaan maupun pembangunan baik pembangunan ekonomi, politik maupun budaya. Namun realita membuktikan Kecamatan Kilo saat ini mengalami kemerosotan termasuk di bidang pertanian, nelayan kesehatan maupun pendidikan.
"Harusnya sebagai tempat sentralisasi masyarakat menengah ke bawah dibuatkan pasar untuk mempermudah transaksi jual beli, sehingga ekonomi warga bisa bertumbuh, karna sirkulasi uang berputar dalam satu wilayah," jelasnya.
Untuk menunjang pertumbuhan ekonomi warga juga, Pemerintah harus mampu berspekukasibdsn berinovasi minimal bekerjasama dengan pihak swasta seperti pegadaian, Finance dan bank, sehingga warga setempat dipermudah dalam mengelola serta penyaluran pinjaman berasaskan hukum gadai maupun pinjaman dengan cara yang efektif dan produktif.
Di sisi lain, Ia juga menyinggung terkait fenomena kelangkaan pupuk yang kerap terjadi setiap tahun. Sehingga terkesan Pemerintah tidak punya taring untuk mengatur pihak swasta terkait pasokan pupuk bersubsidi.
Menanggapi aksi itu, Camat Kilo H. Iswan S.Sos menyampaikan beberapa point terkait tuntutan pemuda tersebut. Diantaran Maslah pembangunan pasar.
Menurut Camat, rencana pembangunan pasar ini memang sudah diatensikan, bahkan anggaran nya yang telah di sediakan oleh pemerintah sebesar 1,5 M. Hanya saja yang menjadi kendala yaitu, pihaknya belum bisa menyediakan tanah yang strategis untuk tempat pembangunannya.
Kata Camat, Kecamatan Kilo sebelumnya sudah ada satu pasar di dusun paropa barat, bahkan uang sudah di sediakan oleh pemerintah, namun masyarakat enggan menggunakan pasar itu sebagai tempat transaksi jual beli. Mereka mengaku kurang strategis," ungkap Camat.
Masalah jasa pinjaman modal, sambung Camat, sebelumnya pihak Pegadaian maupun Bank pernah turun Survei lokasi sejak 3 tahun lalu, akan tetapi setelah di lakukan survei jawaban nya karna lokasi yang tidak mengijinkan atau tidak strategis.
"Sebab mereka juga tidak mau rugi, jika mengambil resiko membangunkan pelayanan di wilayah ini," jelas dia.
Apalagi saat ini, ratusan warga Kilo yang meminjam dana kurs masih menyusahkan hutang baik di bank maupun pegadaian, akibat gagal panen," singgung Camat.
Terkait soal pupuk, Camat mengaku tidak paham, sebab alur distribusinya langsung ke pengecer tanpa surat tembusan ke Pemerintah Kecamatan. Tinggal ketua kelompok Tani membagikan masing-masing anggotanya. "Soal pupuk ini, pihak UPT Pertanian lebih paham," tutupnya.
Usai mendapat jawaban dari Camat Kilo tersebut, massa aksi kemudian membubarkan diri secara aman dan kondusif. (TN.02)


