![]() |
| Foto: Massa aksi saat bentrok dengan pihak Kepolisian. |
Kabupaten Bima, TalkingNEWS-- Aksi Aliansi Pemuda Madapangga (APM) Kabupaten Bima-NTB yang kesekian kalinya, kembali ricuh dengan aparat.
Unjuk rasa yang digelar di pertigaan cabang Desa Bolo Kecamatan setempat, pada Kamis (30/7/20) itu, sebagai bentuk protes atas penjemputan paksa Syamsulrizal warga Desa Bolo oleh tim cyber Polda-NTB beberapa waktu lalu.
Massa menilai, cara pihak kepolisian menjemput paksa tersebut, merupakan bentuk kriminalisasi terhadap aktivis pejuang demokrasi. Sebelumnya, Syamsulrizal dilapor oleh Ketua DPRD Kabupaten Bima M. Putera Feriyandi terkait pelanggaran ITE dan pencemaran nama baik.
Selian itu, massa juga mendesak pihak kepolisian agar segera menangkap perempuan bertato hello Kitty yang dituding sebagai otak kegaduhan. Sebab awal persoalan itu terjadi, ketika mencuatnya foto dan video tak senonoh seorang pria mirip dengan ketua DPRD Bima dengan perempuan cantik pemilik tato hello Kitty yang beredar luas di Sosmed.
"Jangan hanya membungkam suara Rizal sebagai aktifis kebenaran, tetapi Ketua DPR serta Bella wanita yang bertatotto hello kitty itu juga harus diproses hukum. Sebab merekalah awal terjadinya instabilitas," tegas Korlap aksi Rizki Ar.
Harusnya kata dia, Ketua DPR tidak berdiam diri terkait persoalan yang menyangkut aib dan Marwah daerah Bima itu. Jika memang tidak benar, segera diberikan klarifikasi jelas.
"Namun jika sebaliknya, maka bisa dipastikan bahwa foto dan video tersebut memang benar Ketua DPRD M. Putera Feriyandi, putra sulung dari Bupati Bima," tudingnya.
Pantauan di lapangan, awalnya aksi berjalan aman. Namun setelah beberapa puluh menit berlangsung mendadak jadi ricuh.
Insiden itu dipicu lantaran massa ngotot untuk blokade jalan, tetapi dihalau oleh pihak kepolisian. Akibatnya, saling dorong hingga adu jotos antara massa aksi dengan pihak Kepolisian tak terelakan.
Meski demikian, aksi yang memanas ini mampu diredam setelah adanya pendekatan persuasif pihak Polsek Madapangga. (TN.03)


