![]() |
| Foto: Peserta pawai budaya saat mulai berjalan dari titik star. |
Kabupaten Dompu, TalkingNEWS--Momentum hari Hari Jadi Desa Bara Ke 49 Kecamatan Woja Kabupaten Dompu-NTB yang jatuh pada 5 Agustus, diwarnai dengan Kegiatan Pawai Budaya Gerakan 1000 Sambolo.
Kegiatan Pawai Akbar tersebut, di ikuti Camat woja, Danramil Woja Kapolsek Woja IPDA Abdul Haris Kepala Desa Bara Andi Aswad pengacara kondang dari Jakarta Kasman Sangaji Babinsa Desa Bara Sera M. Tayeb Bhabinkamtimas Desa Bara Bripka Supryadin Anak-anak SD, SMP, SMA dan masyarakat Desa Bara.
Pantauan di lapangan, peserta pawai terlihat memadati rua jalan desa setempat. Mereka berjalan mulai dari titik star depan SD 18 lintas jakan setempat, kemudian menuju gang Ompu Kula dan berakhir di lokasi finis Lapangan Sambar Bara.
Ketua lembaga adat Desa Bara Syafrudin Mansyur dalam kesempatan itu, memberikan paparan singkat terkait sejarah Desa Bara.
Pada masanya, kata dia, Pemerintah Daerah tingkat Dua Dompu meminta pada
Pemerintah Daerah tingkat dua Bima agar empat desa yang ada di Bima yaitu Desa O'O Desa Wawo Maria, Desa Simpasai dan Desa Monta untuk menjadi warga Dompu.
"Permintaan itu pun disetujui oleh pemerintah Kabupaten Bima, bahwa warga di empat desa itu direstui untuk tinggal di Dompu dan diberikan otoritas untuk menjadi Kepala Desa masing-masing," jelasnya.
Dan empat desa itu, telah resmi menjadi bagian dari wilayah Dompu sampai sekarang. Desa O'o berada di kecamatan Dompu, Desa Wawo Maria menjadi Desa wawonduru, Desa simpasai menjadi kelurahan simpasai dan Desa Monta Menjadi kelurahan Monta Baru Kecamatan Woja," paparnya.
Seiring berjalannya waktu dan perkembangan pembangunan daerah, beberapa desa ini pun kemudian melahirkan desa-desa baru (mekar).
"Desa Monta melahirkan Desa Mantua dan Desa Bara. Sementara Desa Mantua kembali mekar menjadi tiga bagian yakni Desa Matua kemudian melahirkan Desa Mumbu dan Riwo. Sementara Desa Bara mekar Desa Nowa," ceritanya.
Sedangkan, Desa Bara yang berkedudukan di Desa Bakajaya pada saat itu yang akhirnya tanggal 5 Agustus 1971 melahirkan desa Nowa sehingga Desa Bara berdiri sendiri sampai sekarang," tutupnya.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Bara Andi Aswan menyampaikan ucapan terimakasih pada seluruh panitia dan masyarakat yang telah sukses acara pawai akbar Pawai Budaya Gerakan 1000 Sambolo tersebut.
"Ini kali pertama kegiatan pawai yang kita gelar. Semoga di umur yang ke 49 Desa Bara bisa maju, damai dan tentram tanpa gejolak apapun di tengah kehidupan sosial bermasyarakat," pinta dia.
Sementara itu, Camat Woja Suherman S.Pt juga mengucapkan selamat Hari Jadi Desa Bara ke 49, semoga Desa Bara maju, damai dan tentram tanpa gejolak apapun di tengah masyarakat. "Luar biasa Desa Bara berhasil mensukseskan kegiatan HUT desa dengan acara pawai Akbar Budaya ini," ucapnya.
Ia pun merasa bangga dengan kegitan tersebut, semoga ke dapan desa yang lainya bisa melaksanakan pawai budaya seperti Desa Bara," pintanya. (TN.02)


