Olah Sampah Bekas, Pria di Dompu Mampu Hasilkan 25 Liter BBM Perhari -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

Olah Sampah Bekas, Pria di Dompu Mampu Hasilkan 25 Liter BBM Perhari

TalkingNewsNTB.com
08 September 2020

Foto: Firdaus Yusuf dan Minyak Tanah yang diolahnya.

Kabupaten Dompu, TalkingNEWS-- Ditengah langka dan mahal-nya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tanah, Seorang pria asal Dompu justru membuat sebuah inovasi baru, sekaligus menjawab kesulitan masyarakat sekitar Dompu terkait kelangkaan minyak tanah ini.

Pria bernama lengkap Firdaus Yusuf (42) asal Desa Matua Kecamatan Woja ini berhasil menyulap sampah plastik dan ban bekas yang diolah menjadi minyak tanah, sebagai bahan bakar dasar masyarakat untuk memasak dan lainnya.

Fido sapaannya mengaku mendapat inspirasi tersebut ketika ia melihat sampah plastik dan ban bekas bertumpukan yang membuatnya tidak nyaman. Sehingga dia berpikir bagaimana cara mengolah sampah ini menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak.

"Saya akhirnya mendapatkan ide, untuk mengolah sampah itu menjadi minyak tanah, di samping sebagai bahan bakar dasar bagi ibu-ibu memasak. Bahan bakar yang satu ini juga dirasa sudah mulai langka dan harganya pun cukup lumayan mahal," ujar Fido pada media TalkingNEWSNTB.Com, saat ditemui di kediamannya, Senin (7/9/20).

Kata dia, pengolahan minyak tanah ini bahan dasarnya cukup sederhana sampah plastik berupa botol dan gelas minuman maupun ban bekas Mobil. Dari pengolahan itu pun Fido mengaku mampu menghasilkan minyak tanah kurang lebih 25 liter perhari. 

"Mengingat mesin pengolah (Tabung red) cukup kecil jadi minyak tanah yang bisa dihasilkan perhari kurang lebih 25 liter," tuturnya.

Pekerjaan tersebut digeluti Fido, rupanya baru delapan bulan berjalan yakni pada bulan Februari 2020 lalu. Dengan modal mengunakan mesin pengolah kecil atau ukuran mini, tak disangka ia justru mampu menghasilkan puluhan liter minyak tanah dengan bahan dasar 30 Kg sampah.

"Minyak olahan sampah ini, saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan sebagian-nya jika ada yang membutuhkan saya jual," tuturnya. 

Foto: Mesin olah yang digunakan untuk menghasilkan minyak tanah.

Menurut dia, hasil dari pengolohan mesin mini tersebut memang dirasa tidak memuaskan, mengingat banyak masyarakat yang memakai minyak tanah untuk keperluan sehari-hari. Oleh sebab itu, dirinya berencana untuk membuat alat dengan ukuran jumbo yang mampu menghasilkan 200 liter minyak perhari.

"Jika 200 liter perhari mampu dihasilkan melalui olahan sampah ini, saya yakin kebutuhan masyarakat Dompu dan sekitarnya dapat terpenuhi," kata dia.

Hanya saja, sambungnya, merakit alat yang besar ini butuh biaya besar, sehingga untuk sementara waktu belum dilanjutkan karna terkendala keuangan. "Mesin ukuran jumbo ini baru tabungnya saja saya buat. Sementara kelengkapan lainnya belum ada, karna Menganti tabung pembakaran ke kapasitas yang besar butuh biaya banyak," jelas dia.

Dirinya berharap pada pemerintah daerah agar memberikan dukungan penuh terhadap pekerjaan yang dilakoninya tersebut, baik dukungan moral maupun moril, mengingat hasil yang ia ciptakan tersebut untuk kebutuhan warga.

"Saya harap keinginan saya untuk membuat alat yang besar ini dapat diwujudkan melalui bantuan dari pemerintah," pinta dia.

Apalagi lanjutnya, pekerjaannya tersebut, sesuai himbauan Bupati Dompu pada 2019 silam, agar sampah plastik bisa bermanfaat bagi orang lain. "Saat ini saya berusaha mencoba untuk menerapkan sarannya Bupati HBY dulu. Dan untuk memenuhi kebutuhan yang banyak, maka alat jumbo ini harus beroperasi. Oleh karnanya, kekurangan nya ini semoga bisa dibantu oleh pemerintah," harapnya. (TN.02)