![]() |
| Foto: Ketua LPKP Muhamad Ifan Maulan. |
Kabupaten Dompu, TaklingNEWS-- Sistem pengawasan dan keamanan protokol covid-19 bagi pengunjung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Dompu salah satunya tempat Isolasi para pasien Covid-19, kini jadi sorotan publik. Tak terkecuali, Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) Dompu juga turut berkomentar pedas. Mereka menilai tidak adanya penanganan serius serta pengamanan yang ketat dilakukan oleh pihak RSUD setempat.
Ketua LPKP Dompu Muhamad Ifan Maulana, mengatakan bahwa dengan mencuatnya video mesum yang terjadi di ruang isolasi RSUD itu, justru memberikan potret hitam bahwa di sentral kesehatan sendiri telah gagal menerapkan aturan protokol Covid-19 (red SOP) yang ada.
"Tidak adanya bentuk pengawasan yang ketat dari pihak RSUD sendiri terhadap pasien dan pengunjung, justru memberikan gambaran bahwa RSUD Dompu gagal menerapkan protokol Covid. Harusnya mereka menyediakan APD untuk digunakan baik didalam ruangan Isolasi mapun di sekitar RSUD tersebut," papar dia.
Hal ini, kata dia, membuat publik termasuk pihaknya bertanya-tanya, kebenaran adanya covid-19 maupun cara kerjanya vaksin yang akan disuntikan nantinya.
"Masalah ini bikin publik bingung. Disatu sisi masyrakat dihimbau untuk mematuhi protokol covid-19 yang ada. Sementara mereka sendiri telah melanggarnya. Hal ini justru melahirkan mosi tidak percaya masyarakat dengan adanya wabah Covid-19, lebih-lebih adanya vaksin yang akan disuntikan pada Feburuari nanti. Kami sebagai masyarakat sekaligus dari LPKP Dompu, dengan tegas menolak keberadaan vaksin itu,"terangnya. (Baca Juga): Pengunjung Bebas Masuk Ruang Isolasi, RSUD Dompu Langgar Protokol Covid-19.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta aparat kepolisian selain fokus mengungkap kasus video mesum tersebut, juga memberikan disiplin khusus bagi pihak RSUD Dompu agar selalu menerapkan protokol covid-19 yang kerap digaungkan itu. "Jangan masyarakat saja yang didisiplinkan, pegawai RSUD juga disuruh disiplin. Mereka jelas sudah melanggar," tegasnya.
Sebab, lanjut dia, hingga kasus tersebut mencuat, pihak RSUD selama ini disinyalir tidak terapkan protokol covid-19 seutuhnya. Bahkan dengan sengaja membiarkan para oengunjung bebas berkeliaran tanpa menggunakan APD.
"Dalam hal ini, kami akan mengawal baik penanganan protokol maupun penyuntikan vaksin oleh pihak RSUD Dompu. Selain itu juga, kami meminta terhadap pihak kepolisian segera usut tuntas pelaku mesum dan penyebar video Syur di RSUD Dompu, karena dinilai telah melangar protokol covid-19 yang ada.
"Insallah kita akan minta klarifikasi untuk mengetahui, sejauh mana peran pihak RSUD dalam pengamanannya hingga yang bersangkutan sampai bisa ketemu dengan oknum Polisi, karena yang kita tau, untuk penanganan pasien di isolasi itu ada SOP tersendiri yang harus tipatuhi oleh pasien serta pengunjung,"ungkapnya. (Fhen)


