Jika Syafa'ad Terpilih, Koptan di Dena Minta Bangunkan Jembatan -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

Jika Syafa'ad Terpilih, Koptan di Dena Minta Bangunkan Jembatan

TalkingNewsNTB.com
21 Juni 2020

Foto: Kelompok tani So Ntundu saat menyampaikan keluhannya pada Syafa'ad.
TalkingNEWS.asia-- Sejumlah Kelompok tani (Koptan) So Ntundu Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima-NTB menyampaikan beberapa keluhannya saat dikunjungi oleh Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wabup Bima Syafru-Adi (Syafa'ad), pada Sabtu (20/6/20).

Salah satu keluhan yang disampaikan tersebut, yakni terkait akses pertanian jembatan di So Ntundu desa setempat yang tak kunjung dibangun. 

Padahal sebelumnya, jembatan tersebut dijanjikan akan dibangun oleh IDP-Dahlan ketika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bima pada Pilkada tahun lalu. Bahkan janji itu, dituangkan dalam penyataan tertulis di atas materai enam ribu.

"Kita dulu dijanjikan akan dibangunkan jembatan di So Ntundu, jika IDP-Dahlan terpilih, bahkan ada pernyataan tertulis di atas materai enam ribu. Namun sampai sekarang tak kunjung direalisasikan," ungkap   Abdul Syarif salah satu petani setempat.

Oleh sebab itu, kami dari kelompok tani di So Ntundu ini menitipkan harapan besar kepada pasangan Syafa'ad, agar merealisasikan pembangunan jembatan sebagai akses tani ini, jika nanti terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bima.

"Apalagi jalur ini merupakan akses satu-satunya yang dilewati oleh para kelompok tani Desa Dena, sebab lintasan ini dirasa cukup dekat dan strategis" tambahnya.

Bahkan ketika masuk musim hujan dan banjir, terkadang kita tidak bisa pulang ke rumah karna takut arus, sehingga harus menginap di sawah. Karna itu, permintaan kita hanya satu dibangunkan jembatan. 

"Kita harap kalau Syafa'ad terpilih untuk memimpin Bima ke depan, kami minta untuk direalisasikan pembangunan jembatan ini," pinta dia. 

Di tempat yang sama, Drs. H. Syafrudin M.Pd mengapresiasi atas usualan yang disampaikan para petani tersebut, terkait pembangunan jembatan tani.

Menurutnya, sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap peningkatan pembangunan di sektor pertanian, yakni menyediakan sarana akses yang memadai, seperti jembatan, sehingga aktivitas bertani tetap lancar.

"Kalau sudah ada jembatankan, semuanya pasti dilancarkan. Kendaraan bisa melintas, bahkan hasil tani lebih cepat diangkut dan dibawa pulang kerumah," ujar mantan Bupati Bima periode 2014 tersebut.

Ia mengaku, agenda silaturahim dan kunjungan di beberapa desa sebelumnya tidak hanya bentuk safari politik yang bersifat serimonial belaka, namun diutamakan menyerap aspirasi dan keluhan dari masyarakat, yang tentunya menjadi program perioritas jika terpilih.

"Kunjungan kita tidak sekedar serimonial, semua keluhan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarat akan kita jadikan program prioritas ketika terpilih, termaksud pembangunan jembatan Ntundu ini," jelasnya.

Karna itu, dirinya berharap do'a dan dukungan penuh warga setempat, sehingga diijabah oleh Allah SWT untuk mengemban amanah lima tahun ke depan, agar semua keluhan tersebut dapat terjawab dengan tuntas," pinta dia. (TN.01)