Kembali Buat Ulah, Residivis Kasus Curanmor Diringkus Polisi -->
Cari Berita

iklan 970x90 px

Kembali Buat Ulah, Residivis Kasus Curanmor Diringkus Polisi

TalkingNewsNTB.com
25 Juli 2020

Foto: Para pelaku saat diamankan petugas.

Mataram, TalkingNEWS-- Remaja berinisial WH (19) asal Lingkungan Tegal Kelurahan Selagalas Kecamatan Sandubaya Mataram kembali membuat ulah. Ia diringkus Satreskrim Polresta Mataram atas kasus Curanmor.

Remaja yang diketahui merupakan Resedivis ini, diketahui baru keluar penjara di Lembaga Pemasyarakatan  Mataram pada pertengahan Ramadhan lalu, melalui program asimilasi. Namun kembali dirangkap atas persoalan yang sama.

‘’Memang benar, pelaku ini residivis dan baru bebas di Bulan Ramadan lalu program asimilasi Kemenkumham,’’ ungkapnya.

Wakapolresta Mataram, AKBP Erwin Suwondo mengatakan WH ditangkap bersama empat pelaku lainnya. Walaupun bertubuh paling mungil. WH adalah ketua komplotan pelaku curanmor yang ditangkap petugas. 

‘’ Dia otak pencuriannya baru 19 tahun. Tapi bisa perintahkan orang,’’ ujar Wakapolresta, Jumat (24/07/2020). 

Setelah keluar penjara,nkata dia, WH bukannya bertobat. Malah mengajak rekan-rekannya yang lain untuk berbuat tindak pidana. Dari lima orang yang ditangkap petugas. 

Satu pelaku berinisial MAS (16 tahun) terlibat kasus curanmor. Tiga orang lainnya adalah pelaku penadah motor hasil curanmor. Pengungkapan kasus curanmor tersebut berdasarkan tiga laporan kepolisian. ‘’Tiga orang lainnya pelaku 480 (penadah)," katanya.

Petugas juga mendapatkan 6 motor yang diduga hasil curian sebagai barang bukti. Motor curian ini dijual dengan harga maksimal Rp 3 juta. Motor curian lantas dibawa ke daerah KLU. 

‘’ Itu dipakai di daerah pegunungan di KLU. Karena jauh dari kota dia pikir tidak diawasi petugas,’’ kata Erwin. 

WH diminta menjelaskan caranya beraksi mencuri motor. Sasarannya adalah motor yang lubang kuncinya rusak. WH lalu sudah menyiapkan kunci palsu untuk mencuri motor. Setelah itu kabur dan menjualnya ke penadah. ‘’ Yang kuncinya dol itu sasarannya,’’ kata WH mengaku. 

Setelah dicecar petugas. WH pun mengaku, motor yang dicuri tergantung pesanan dari seseorang. Setelah menerima pesanan. Ia memburu motor yang diinginkan. 

‘’ Dia menunggu pesanan juga. Misalnya orang pesan motor tertentu. Dia akan carikan yang sejenis itu,’’ ungkap AKBP Erwin.    

Dengan perbuatannya itu, WH dan MAS terancam dijerat pasal 363 ayat (4) dan (5) KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. Sementara pelaku penadah terancam dijerat pasal 480 ayat (1) KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. (TN.03)